LAPORAN MANAJEMEN

LAPORAN DEWAN KOMISARIS

LAPORAN DEWAN KOMISARIS

Para Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan yang Terhormat,

Pertama-tama dan yang paling utama, Kami panjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas limpahan nikmat dan karunianya, PT Hutama Karya (Persero) dapat melalui tahun 2018 dengan capaian kinerja yang sangat membanggakan. Selanjutnya, perkenankanlah Kami selaku Dewan Komisaris untuk menyampaikan laporan pelaksanaan tugas pengawasan terhadap kebijakan dan jalannya pengurusan Perseroan yang dilaksanakan oleh Direksi selama tahun 2018, sebagai bagian dari penerapan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik.

PENILAIAN KINERJA DIREKSI

Kondisi ekonomi nasional tahun 2018 tidak lepas dari pengaruh perekonomian global yang menunjukan tren perbaikan meskipun proses pemulihannya berjalan lebih lambat dari yang diharapkan. Gejolak yang terjadi di ekonomi global memberikan pengaruh yang cukup besar bagi perekonomian Indonesia. Di tengah pertumbuhan ekonomi nasional yang moderat, kebijakan makroekonomi domestik yang terarah mampu menopang parameter-parameter makro penting. Perekonomian Indonesia masih dapat tumbuh positif dengan pertumbuhan sebesar 5,17%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi tahun sebelumnya sebesar 5,07%. Pencapaian tersebut terbilang sangat baik mengingat sebagian besar negara lainnya mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Tahun 2018 Pemerintah terus melakukan pembangunan infrastruktur sebagai upaya percepatan pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini dapat dilihat dari anggaran infrastruktur yang jumlahnya terus ditambah dari tahun ke tahun. Pada tahun 2018, anggaran infrastruktur yang ditetapkan Pemerintah adalah sebesar Rp410 triliun.

Sebagai salah satu pemain di industri konstruksi nasional, PT Hutama Karya (Persero) memiliki peluang yang sangat baik untuk terus berkembang dari kebijakan pembangunan infrastruktur yang dilakukan Pemerintah tersebut. Terlebih dengan penugasan yang diberikan Pemerintah kepada Perseroan untuk melakukan pengembangan proyek ruas tol Trans Sumatra.

Menyikapi kondisi tersebut, Dewan Komisaris menilai Direksi telah mengambil sejumlah inisiatif strategis yang memiliki dampak yang sangat baik terhadap kinerja Perseroan di tahun 2018. Direksi menerapkan langkah prudent dalam pengelolaan bisnis konstruksi dan pengembangan proyek jalan tol Trans Sumatra serta telah berhasil memanfaatkan berbagai peluang yang ada. Direksi telah menetapkan kebijakan strategis dalam penyelesaian proyek ruas tol Trans Sumatra yang akan menjadi ruas tol terpanjang di Indonesia, yaitu sepanjang 2.765 Km. Melalui inovasi, terobosan dan rekayasa teknik yang dilakukan, Perseroan telah menyelesaikan beberapa ruas sesuai dengan target yang ditetapkan.

Di bidang konstruksi, tahun 2018 Perseroan juga telah memenangkan berbagai tender sesuai dengan target yang ditetapkan. Inovasi dan strategi pemasaran yang dijalankan Direksi terbukti dapat mengantarkan HUTAMA KARYA menjadi salah satu perusahaan konstruksi dengan nilai kontrak baru yang cukup besar.

Dari aspek keuangan, tahun 2018 PT Hutama Karya (Persero) mampu membukukan pendapatan sebesar Rp26.747 miliar, meningkat 47,85% dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah tersebut berada di atas target yang ditetapkan dalam RKAP 2018 sebesar Rp25.770 miliar atau 103,79% dari target. Dengan peningkatan pendapatan tersebut, laba bersih Perseroan tahun 2018 meningkat 112,51% menjadi Rp2.276 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp1.071 miliar. Pencapaian laba bersih tersebut jauh di atas target yang ditetapkan sebesar Rp1.453 miliar. Di sisi lain, terobosan dan inovasi pendanaan yang mendukung penugasan proyek jalan Tol Trans Sumatra terus dikembangkan sehingga kebutuhan investasi dapat dipenuhi dengan memperoleh pendanaan yang efisien.

Atas pencapaian tersebut, Dewan Komisaris memberikan apresiasi yang tinggi kepada Direksi dan seluruh jajarannya atas pencapaian tersebut.

 

PELAKSANAAN TUGAS DEWAN KOMISARIS

Dewan Komisaris telah menjalankan tugas pengawasan dan pemberian nasehat kepada kepada Direksi dengan penuh tanggung jawab, sebagaimana diamanahkan dalam Anggaran Dasar dan Peraturan Perundangan yang berlaku.

Dalam menjalankan tugasnya, Dewan Komisaris memastikan bahwa dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya, Perseroan telah mengacu kepada Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2018 yang telah ditetapkan, serta memastikan kepatuhan terhadap seluruh peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Dewan Komisaris senantiasa berupaya untuk memastikan bahwa Perseroan telah dikelola secara profesional, sesuai dengan kepentingan Pemegang Saham dan pemangku kepentingan lainnya. Dalam menjalankan perannya, Dewan Komisaris senantiasa menjaga objektivitas dan independensi. Oleh karena itu, Dewan Komisaris tidak terlibat dalam pengambilan keputusan operasional Perseroan, kecuali hal-hal yang diatur dan ditetapkan dalam Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan.

Dewan Komisaris memiliki komite-komite yang telah menjalankan tugas dengan efektif, yaitu Komite Audit, Komite Nominasi dan Remunerasi dan Komite Manajemen Risiko dan GCG. Tugas dan wewenang komite-komite penunjang Dewan Komisaris telah didefinisikan dengan jelas, sehingga dapat berperan secara efektif dalam membantu Dewan Komisaris. Dewan Komisaris dan Direksi memiliki komitmen yang tinggi untuk mewujudkan suatu organisasi yang transparan, akuntabel, bertanggung jawab, wajar, dan independen. Penerapan tata kelola perusahaan yang baik, manajemen risiko dan audit internal serta pengelolaan Human Capital yang kokoh merupakan pondasi untuk mendukung kinerja bisnis dan menciptakan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan yang berkesinambungan. Kami melihat bahwa organisasi dan sistem yang mengacu kepada tata kelola yang baik telah dijalankan dan diterapkan dengan baik oleh Direksi

 

Pengawasan Implementasi Strategi

Pada RKAP 2018, Direksi telah menetapkan sejumlah target dan strategi yang dijalankan untuk mencapai target tersebut. Sepanjang tahun 2018, Dewan Komisaris secara penuh mengawasi implementasi strategi yang dijalankan oleh Direksi. Dewan Komisaris dan Direksi membangun komunikasi secara aktif dalam menyelaraskan pandangan atas strategi usaha yang akan dijalankan. Dewan Komisaris berpandangan bahwa Direksi telah mengarahkan HUTAMA KARYA dengan baik dalam menjaga kesinambungan usaha dengan mengedepankan tujuan yang strategis.

Dalam menjaga efektivitas pengawasan Dewan Komisaris terhadap pengelolaan perusahaan, setiap permasalahan yang timbul baik masalah operasional, keuangan dan Sumber Daya Manusia, Dewan Komisaris menugaskan Komite Audit dan Komite Manajemen Risiko dan GCG untuk melakukan klarifikasi dan meminta penjelasan kepada Direksi maupun Unit terkait untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi. Dari hasil klarifikasi dan penjelasan tersebut Dewan Komisaris memberikan tanggapan dan saran baik secara langsung maupun tidak langsung dalam kesempatan rapat gabungan dan rapat khusus dengan Direksi. Untuk mengetahui kondisi permasalahan di lapangan, Dewan Komisaris, Komite Audit dan Komite Manajemen Risiko dan GCG secara sampling melakukan kunjungan ke lapangan/proyek.

Adapun beberapa pelaksanaan proyek yang menjadi sampling Dewan Komisaris berfokus pada pelaksanaan proyek jalan Tol Trans Sumatra yang menjadi fokus investasi Perseroan sebagaimana ditargetkan oleh Pemerintah melalui Perpres agar beberapa ruas jalan tol tersebut dapat beroperasi pada tahun 2019 diantaranya, Jalan Tol Medan-Binjai, menyisiri Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar sampai dengan Jalan Tol Palembang Indalaya, termasuk ruas Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung. Di samping itu, dukungan Dewan Komisaris juga berjalan secara berkala dalam memberikan masukan kepada Direksi mengenai percepatan pelaksanaan proyek baik dari sisi pengadaan lahan maupun konstruksi proyek.

 

Mekanisme dan frekuensi Pengawasan

Hubungan kerja Dewan Komisaris dan Direksi telah terjalin dengan baik dengan mengedepankan prinsip saling menghormati wewenang masing-masing pihak. Dewan Komisaris secara rutin setiap bulan mengadakan pertemuan dengan Direksi untuk membahas berbagai hal terkait pengelolaan perusahaan yang dijalankan oleh Direksi dalam forum rapat gabungan.

Sepanjang Tahun 2018, Dewan Komisaris telah melaksanakan rapat-rapat dan koordinasi sebanyak 48 kali rapat, 12 kali di antaranya dilakukan melalui Rapat gabungan dengan Direksi dengan beberapa kali Rapat Terbatas Dewan Komisaris dengan Direksi serta 37 kali rapat internal Dewan Komsaris.

Sesuai dengan ayat (1) Pasal 14 Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-01/ MBU/2011 tanggal 1 Agustus 2011, bahwa Rapat Dewan Komisaris dapat mengundang Direksi dan semua rapat dinyatakan sah dan dapat mengambil keputusan-keputusan yang mengikat sesuai Anggaran Dasar Perseroan Pasal 18 Ayat 4 karena telah dihadiri atau diwakili oleh lebih dari 1/2 (satu per dua) jumlah anggota Dewan Komisaris.

Dalam rangka tugas pengawasan, selain melakukan rapat Dewan Komisaris dan rapat gabungan Dewan Komisaris dan Direksi, dilakukan juga Rapat Komite Audit maupun Komite Manajemen Risiko dan GCG setiap bulannya serta rapat terkait lainnya, termasuk menindaklanjuti keputusan dan arahan RUPS baik RUPS RKAP tahun 2018 maupun RUPS Tahunan tahun buku 2017, termasuk di antaranya mengenai penunjukan Kantor Akuntan Publik (KAP) yang akan melakukan audit untuk Laporan Keuangan Konsolidasian Tahun 2018.

 

PANDANGAN ATAS PROSPEK USAHA YANG DISUSUN OLEH DIREKSI

Tahun 2019, perekonomian Indonesia diyakini masih akan tumbuh secara positif. Kendati tidak akan ada lonjakan yang signifikan, namun fundamental ekonomi Indonesia diyakini masih cukup kuat. Kondisi ini merupakan peluang bagi HUTAMA KARYA untuk terus memacu laju pertumbuhan usahanya, terlebih Pemerintah juga masih akan terus mendorong pengembangan infrastruktur di berbagai daerah.

Pelaksanaan penugasan Pemerintah melalui pembangunan proyek jalan tol Trans Sumatra akan menjadi pilar utama dalam pengembangan HUTAMA KARYA di tahun 2019 baik dari sisi pengembangan jalan tol maupun potensi terkait yang didukung dengan perbaikan kinerja Anak Perusahaan sebagai backbone pertumbuhan HUTAMA KARYA. Dewan Komisaris optimis bahwa dengan kerja keras seluruh karyawan, HUTAMA KARYA dapat mewujudkan target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan tahun 2019 yang diajukan oleh Direksi dan telah disetujui oleh Dewan Komisaris dan Pemegang Saham.

Dewan Komisaris menilai target-target yang ditetapkan dalam RKAP 2019 merupakan target yang realistis dan sangat mungkin untuk diwujudkan. Namun demikian, Dewan Komisaris menyampaikan bahwa untuk mencapai hal tersebut, dibutuhkan penguatan secara berkelanjutan untuk memperkuat strategi bisnis perusahaan termasuk perlunya pengembangan bisnis dan diversifikasi baik secara organik maupun anorganik, penguatan pengelolaan keuangan Perseroan secara komprehensif, penguatan pemasaran dan penjualan, penguatan peran investasi, optimalisasi anak perusahaan, dan yang paling utama penguatan kebijakan sumber daya manusia yang dapat mendorong kapasitas, produktifitas dan profesionalisme.

 

PELAKSANAAN GCG DAN MANAJEMEN RISIKO

Dewan Komisaris menilai penerapan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik di HUTAMA KARYA telah berjalan dengan baik dan menunjukan peningkatan yang berkelanjutan, baik dalam aspek keterbukaan, akuntabilitas, pertanggungjawaban, independensi, dan kewajaran.

Organ Tata Kelola Perusahaan yang berada di bawah Dewan Komisaris juga telah menjalankan fungsi, tugas dan tanggungjawabnya dengan baik dan telah menjalin kerjasama yang baik pula dengan fungsi dan organ yang berada di bawah Direksi.

Pelaksanaan evaluasi terhadap Penerapan Tata Kelola Yang Baik oleh perusahaan telah diwujudkan dengan pemenuhan seluruh aspek infrastruktur pokok yaitu: (1) Code of Corporate Governance, (2) Board Manual, (3) Code of Conduct, serta (4) Piagam Audit di mana masing-masing aspek telah dilakukan review serta evaluasi secara berkala baik oleh Dewan Komisaris maupun stakeholder lainnya.

Sebagai bagian dari pelaksanaan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, pada tahun 2018 telah dilakukan assessment penerapan GCG yang dilakukan secara regular 2 (dua) tahunan oleh assessor BPKP. Berdasarkan Laporan BPKP sebagaimana disampaikan melalui surat Nomor: SP-314/D4/01/2019 tanggal 29 Maret 2019, secara umum skor GCG HUTAMA KARYA mengalami peningkatan dari skor hasil assessment pada tahun 2016 sebesar 81,9 menjadi 86,5. Peningkatan yang cukup signifikan tersebut memberikan gambaran mengenai adanya pelaksanaan tata kelola perusahaan yang terus mengalami perbaikan. Namun demikian, Dewan Komisaris meyakini bahwa manajemen masih perlu terus disiplin dan konsisten dalam penerapan GCG, di mana pada tahun 2019 akan dilakukan perbaikan secara menyuluruh dengan harapan pada tahun 2020 akan memperoleh skor yang jauh lebih baik lagi.

Indikasi penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik juga bisa dilihat dari pengakuan ekstemal atas implementasi berbagai sistem manajemen. Berdasar assessment KPKU BUMN telah mencapai skor 583,25 dengan predikat tingkatan ekselensi Emerging Industry Leader (EIL).

Sedangkan terkait pengelolaan risiko, Perseroan menyatakan komitmen untuk menerapkan manajemen risiko mengacu pada standar ISO 31000-2009. Perseroan terus mengupayakan adanya berbagai infrastruktur dalam pengelolaan risiko yang dimiliki. Pengelolaan risiko secara umum telah dilakukan dengan baik di mana risiko operasional Perseroan terkelola dengan baik didukung oleh kerangka manajemen risiko terintegrasi yang mencakup strategi, organisasi, kebijakan dan prosedur sehingga seluruh risiko yang dihadapi oleh Perseroan dapat dikenali, diukur, dikendalikan dan dilaporkan dengan tepat.

Sebagai evaluasi penerapan perusahaan melakukan pengukuran maturitas manajemen risiko melalui konsultan dengan skor 3,89 atau naik 5,13%. Angka ini memberi makna bahwa pelaksanaan manajemen risiko telah menjadi budaya yang cukup efektif. Secara kuantitatif paska mitigasi dan tingkat maturitas lebih baik, namun manajemen perlu terns kembangkan manajemen risiko strategis pada koporasi sesuai prinsip standar yang telah ditetapkan.

Peran Dewan Komisaris Dalam Penerapan Whistleblowing System

Perseroan telah memiliki sistem pelaporan pelanggaran (whistleblowing system/WBS) sebagai langkah pencegahan terhadap terjadinya fraud di lingkungan HUTAMA KARYA. Dewan Komisaris turut berperan aktif untuk mendukung penerapan whistleblowing system.

Melalui Komite Audit dan Komite GCG dan Manajemen Risiko, Dewan Komisaris memantau penerapan whistleblowing system di Perseroan. Dewan Komisaris memiliki komitmen untuk menjadi pengawas dalam pelaksanaannya. Dewan Komisaris mendukung operasionalisasi WBS kendati mencatat perlunya dilakukan evaluasi terhadap sistem tersebut untuk memastikan efektifitas dalam mencapai tujuan yang diharapkan.

Penilaian Atas Kinerja Komite-Komite

HUTAMA KARYA memiliki tiga komite, yakni Komite Audit, Komite Manajemen Risiko dan GCG, serta Komite Nominasi dan Remunerasi.

Peran komite di bawah Dewan Komisaris sangat membantu, karena setiap kali ada permintaan tanggapan dari komisaris—terkait keputusan strategis atau permintaan dari direksi kepada komisaris—pasti melibatkan komite.

Komite akan membuat telaah, lalu menyampaikannya kepada Dewan Komisaris dalam rapat yang diadakan setiap minggu (pada hari Selasa). Setiap laporan, permintaan tanggapan, surat dari menteri pasti akan dibahas oleh Dewan Komisaris dengan komite di bawahnya.

PERUBAHAN KOMPOSISI DEWAN KOMISARIS

Tahun 2018 komposisi Dewan Komisaris Perseroan mengalami perubahan sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham. Sdr. Achmad Hidayat diberhentikan selaku Komisaris Perseroan karena mendapat penugasan baru di PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. dan Sdr. Eddy Yusbar Badaruddin diberhentikan dengan hormat selaku Komisaris Perseroan karena telah memasuki masa pensiun. RUPS juga telah menyetujui pengangkatan Sdr. Musyafak sebagai Komisaris Independen Perseroan.

Dengan demikian, komposisi Dewan Komisaris PT Hutama Karya (Persero) pada 31 Desember 2018 adalah sebagai berikut:

Kami memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Sdr. Achmad Hidayat dan Sdr. Eddy Yusbar Badaruddin atas dedikasi dan kontribusi yang diberikan selama menjabat sebagai anggota Dewan Komisaris Perseroan.

APRESIASI

Tahun 2018 telah berhasil dilalui HUTAMA KARYA dengan kinerja yang sangat membanggakan. Dewan Komisaris memberikan apresiasi kepada Direksi dan jajaran manajemen serta seluruh karyawan atas dedikasi dan kerja keras yang telah diberikan kepada Perseroan sehingga mampu mewujudkan kinerja yang baik tersebut.

Terima kasih juga kami sampaikan kepada para Pemegang Saham dan pemangku kepentingan atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan sehingga Dewan Komisaris dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.

Tak lupa, atas nama Dewan Komisaris, kami juga mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh pelanggan dan mitra kerja HUTAMA KARYA. Semoga kerja sama yang selama ini telah terjalin dengan baik dapat terus ditingkatkan di masamasa mendatang.

 

 

38
HK Annual Report 2018