TATA KELOLA PERUSAHAAN

MANAJEMEN RISIKO

MANAJEMEN RISIKO

Sebagai Perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi, HUTAMA KARYA memiliki risiko yang tidak terpisahkan dalam setiap proses bisnisnya. Risiko-risiko tersebut melekat pada semua aktivitas dan pengambilan keputusan dan dampak dari risiko tersebut secara signifikan dapat mempengaruhi kestabilan Perusahaan.


HUTAMA KARYA berkomitmen mengelola semua risiko secara efektif dan efisien serta memastikan kesinambungan dan risiko pertumbuhan dari bisnis inti yang berkelanjutan melalui pengelolaan risiko secara proaktif, berfokus pada risiko yang terpenting, dan memberikan perhatian terhadap alokasi modal dalam proses pengendalian. Pengelolaan risiko dilakukan secara terkoordinasi dan terintegrasi.


DASAR PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO


Dalam menerapkan sistem manajemen risiko, PT Hutama Karya (Persero) berlandaskan pada :

  1.  Peraturan Menteri BUMN Nomor: PER–01/MBU/2011 tentang Praktik Penerapan Good Corporate Governance pada Badan Usaha Milik Negara.
  2. Keputusan Direksi No. 3129/KPTS/121/2005, Tanggal 14 Oktober 2005, Tentang: Pemberlakuan Manajemen Risiko PT Hutama Karya (Persero).
  3. Keputusan Direksi No. 3734/KPTS/140/2005, Tanggal 07 Desember 2005, Tentang: Pembentukan Unit Manajemen Risiko Risiko PT Hutama Karya (Persero).
  4. Keputusan Direksi No. 2728/KPTS/74/2006, Tanggal 01 Agustus 2006, Tentang: Manual Manajemen Risiko Manajemen Risiko PT Hutama Karya (Persero).
  5. Keputusan Direksi No. 1966/KPTS/69/2007, Tanggal 03 Juli 2007, Tentang: Penetapan Kembali Unit Manajemen Risiko PT Hutama Karya (Persero).
  6. Keputusan Direksi No. 1953/KPTS/63/2008, Tanggal 06 Agustus  2008, Tentang: Penetapan Unit Manajemen Kantor Pusat dan Unit Manajemen Risiko Divisi/ Wilayah beserta keanggotaannya.
  7. Keputusan Direksi No.  345/KPTS/09/2016, Tanggal 23 Februari 2016, Tentang: Penetapan Unit Manajemen Kantor Pusat dan Unit Manajemen Risiko Divisi/ Wilayah beserta keanggotaannya.

Dengan adanya berbagai landasan tersebut, maka sistem manajemen risiko yang diterapkan di Perseroan secara garis besar menekankan pada tiga hal yaitu: Risk Awareness, Corporate Governance dan Habit & Culture.

KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO

Kebijakan Manajemen Risiko Perusahaan ditetapkan oleh Direksi dalam KPTS No. 2384/KPTS/81/2018 tentang Penetapan Kebijakan Manajemen Risiko Perusahaan (Enterprise Risk Management / ERM Policy) tanggal 5 Oktober 2018.

Penyusunan Kebijakan Manajemen Risiko ditujukan untuk :

  1. Acuan dalam Penerapan Manajemen Risiko Perusahaan (Enterprise Risk Management/ERM).
  2. Memastikan bahwa risiko di Perusahaan telah dikomunikasikan, dikaji, dikelola, dan dipantau secara terintegrasi (terpadu) dan berkesinambungan, sehingga menjadi budaya Perusahaan
  3. Mendukung pelaksanaan Good Corporate Covernance (GCG).
  4. Melindungi Perusahaan dari risiko signifikan yang dapat menghambat pencapaian sasaran-sasaran Perusahaan dan melindungi asset Perusahaan yang meliputi bisnis Perusahaan, sumber daya manusia, sumber daya finansial, asset-aset produksi maupun non-produksi, dan reputasi Perusahaan.
  5. Mendorong manajemen agar bertindak proaktif dalam mengelola risiko.
  6. Menjadi sumber keunggulan daya saing Perusahaan.

Sasaran penerapan kebijakan ini adalah agar:

  1. Para pengambil keputusan di Perusahaan memiliki keyakinan yang memadai (reasonable assurance) mengenai keputusan yang akan dibuat dan dalam mengalokasikan penggunaan sumber daya Perusahaan secara optimal dan efektif.
  2. Seluruh unit di dalam Perusahaan memiliki pemahaman yang jelas mengenai peran, tanggung jawab dan kewenangan dalam penerapan manajemen risiko di Perusahaan.
  3. Perusahaan dapat meningkatkan kemampuannya dalam menghadapi berbagai ketidakpastian dan perubahan dalam lingkungan bisnisnya.
  4. Meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan terhadap Perusahaan.

Pengelolaan Risiko

Pengelolaan Manajemen Risiko di PT Hutama Karya (Persero) secara formal dilakukan oleh Divisi Sistem dan Risiko yang berada di bawah Direktur Human Capital dan Pengembangan.

 HUTAMA KARYA telah menunjuk G. Aji Sentosa sebagai Kepala Divisi Sistem dan Risiko berdasarkan  Keputusan Direksi PT Hutama Karya (Persero) No. 1413/KPTS/44/2017, tanggal 5 Juni 2017

PROFIL KEPALA DIVISI SISTEM DAN RISIKO

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DIVISI SISTEM DAN RISIKO


Unit Manajemen Risiko (Divisi Sistem & Risiko) sebagai fasilitator pengelolaan risiko Perusahaan, bertanggung jawab antara lain:

  1. Menyusun Kebijakan Risiko untuk ditetapkan Direksi.
  2. Menyusun Risk Register dan Risk Appetite.
  3. Menyusun Profil Risiko Perusahaan sekurangkurangnya 1 kali dalam setahun.
  4. Melakukan evaluasi atas penerapan Manajemen Risiko dan evaluasi atas Strategi Pengendalian Risiko.
  5. Melakukan koordinasi proses penetapan tujuan, identifikasi, dan penilaian risiko di tingkat Perusahaan dan di seluruh unit bisnis, cabang dan proyek.
  6. Melakukan koordinasi perencanaan penanganan risiko dengan unit terkait.
  7. Mengkomunikasikan proses manajemen risiko ke seluruh unit, sehingga implementasi manajemen risiko Perusahaan tercapai.
  8. Membuat Laporan Pelaksanaan Manajemen Risiko Perusahaan secara berkala kepada Direksi dan Board Oversight Meeting.

KERANGKA KERJA MANAJEMEN RISIKO


Kebijakan Manajemen Risiko HUTAMA KARYA saat ini sudah mengadopsi standar ISO 31000 yang terdiri dari Prinsip Manajemen Risiko, Kerangka Kerja Manajemen Risiko dan Prinsip Manajemen Risiko


ISO 31000 menyediakan kerangka kerja sebagai pedoman dalam implementasi manajemen risiko yang efektif. Tujuan dari kerangka kerja implementasi pengelolaan risiko antara lain:

  1. Pemastian bahwa informasi mengenai pengelolaan risiko yang dihasilkan dari proses pengelolaan risiko telah cukup dilaporkan dan digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan
  2. Pemenuhan akuntabilitas pada setiap tingkatan organisasi yang relevan.

UNIT MANAJEMEN RISIKO

Untuk memastikan bahwa kerangka manajemen risiko berjalan di setiap tingkatan, HUTAMA KARYA telah membentuk Unit Manajemen Risiko Tingkat Kantor Pusat, Tingkat Wilayah/ Divisi dan Anak Perusahaan. Unit yang bersifat ad hoc ini bertindak sebagai Risk Owner (Pemilik Risiko).

Di setiap Wilayah/Divisi/Anak Perusahaan diangkat seorang Risk Officer yang bertugas meregister dan memonitor pelaksanaan Manajemen Risiko di Wilayah/Divisi/Anak Perusahaan masing-masing, agar Manajemen Risiko dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan, sesuai Prosedur Manajemen Risiko.

Secara berkala Komite Risiko sebagai organ Dewan Komisaris melakukan kajian terhadap penerapan Manajemen Resiko dan dilakukan konfirmasi dengan unit risiko yang ada pada Perusahaan serta unit-unit bisnis Perusahaan.

Susunan Unit Organisasi Manajemen Risiko Berdasarkan Keputusan Direksi PT Hutama Karya (Persero) Nomor: 345/KPTS/09/2016, Tanggal. 21 Maret 2018 adalah:

1. Rapat Eksekutif Manajemen Risiko PT Hutama Karya (Persero):                                                                                 a. Direktur Human Capital & Pengembangan sebagai Ketua                                                                                    

b. Para Direktur sebagai Anggota                                                                                                                               

c. Para Kepala Divisi Kantor Pusat sebagai Anggota                                                                                                  

d. Kepala Divisi Sistem dan Risiko sebagai Sekretaris merangkap Anggota

2. Unit Manajemen Risiko Kantor Pusat:                                                                                                                         

a. Kepala Divisi Sistem dan Risiko                                                                                                                               

b. Manajer Senior Manajemen Risiko                                                                                                                         

c. Sekretaris Manajemen Risiko

3. Unit Manajemen Risiko Wilayah/Divisi/Anak Perusahaan:                                                                                         

a. Kepala Divisi/Wilayah/Dir.AP sebagai Ketua                                                                                                            

b. MS Teknik Produksi sebagai Anggota                                                                                                                     

c. MS PBK sebagai Anggota                                                                                                                                         

d. MS Talent Managemen sebagai Anggota                                                                                                                

e. MS Keuangan sebagai Anggota                                                                                                                               

f. Staff Ahli Adm. Kontrak/Man. Risiko sebagai Risk Officer

Adapun tugas-tugas Unit Manajemen Risiko adalah sebagai berikut:

1. Direksi Sebagai Pimpinan Perusahaan berperan dalam:                                                                                              

a. Menetapkan Kebijakan dan Strategi Manajemen Risiko.                                                                                      

b. Menetapkan Risk Appetite Perusahaan.                                                                                                                  

c. Mengalokasikan sumber daya untuk pelaksanaan penanganan risiko serta bertanggung jawab atas penerapan dan pengembangan Manajemen Risiko menjadi budaya di seluruh proses manajemen Perusahaan.

2. Rapat Eksekutif Manajemen Risiko (REMR) PT Hutama Karya (Persero) Bertanggung jawab terhadap penerapan Manajemen Risiko di seluruh kegiatan/proses bisnis di PT Hutama Karya (Persero), antara lain:                              

a. Menelaah profile risiko Perusahaan serta perubahaannya setiap tahun.                                                               

b. Menelaah usulan Risk Appetite.                                                                                                                              

c. Mengarahkan dan menetapkan tindak lanjut pengendalian/mitigasi risiko yang perlu dilakukan atas berbagai risiko korporat yang teridentifikasi.                                                                                                                           

d. Rapat Eksekutif Manajemen Risiko bertanggung jawab kepada Direktur Utama.

3. Unit Manajemen Risiko (Divisi Sistem dan Risiko) Unit Manajemen Risiko (Divisi Sistem & Risiko) sebagai fasilitator pengelolaan risiko Perusahaan, bertanggung jawab antara lain:                                                                

a. Menyusun Kebijakan Risiko untuk ditetapkan Direksi.                                                                                            

b. Menyusun Risk Register dan Risk Appetite.                                                                                                           

c. Menyusun Profil Risiko Perusahaan sekurangkurangnya 1 kali dalam setahun.                                                     

d. Melakukan evaluasi atas penerapan Manajemen Risiko dan evaluasi atas Strategi Pengendalian Risiko.             

e. Melakukan koordinasi proses penetapan tujuan, identifikasi, dan penilaian risiko di tingkat Perusahaan dan di seluruh unit bisnis, cabang dan proyek.                                                                                                                     

f. Melakukan koordinasi perencanaan penanganan risiko dengan unit terkait.                                                           

g. Mengkomunikasikan proses manajemen risiko ke seluruh unit, sehingga implementasi manajemen risiko Perusahaan tercapai.                                                                                                                                                  

h. Membuat Laporan Pelaksanaan Manajemen Risiko Perusahaan secara berkala kepada Direksi dan Board Oversight Meeting.

4. Risiko Owner (Unit) Bertanggung jawab dalam penerapan Manajemen Risiko di unitnya, antara lain:                   

a. Memastikan seluruh kegiatan yang dilakukan telah melalui proses Manajemen Risiko.                                          

b. Melakukan penetapan tujuan, proses Manajemen Risiko serta membuat perencanaan penanganannya.            

c. Menyusun, memelihara, me-review, serta mengelola perubahan atas risk register di unitnya.                                

d. Melakukan pengendalian dan monitoring atas penanganan risiko di unitnya                                                         

e. Membuat laporan pelaksanaan dan perkembangan Manajemen Risiko serta penanganannya kepada Unit Kerja Manajemen Risiko (Divisi Sistem dan Risiko).

5. Satuan Pengawas Intern (SPI)                                                                                                                                     

a. Melakukan evaluasi ketaatan dan efektivitas penerapan manajemen risiko serta melakukan audit berdasarkan idetifikasi risiko sebagai dasar pemeriksaan (audit berbasis risiko).                                                                           

b. Memberikan masukan kepada Komite Manajemen Risiko terhadap penentuan Risk Appetite dan Risk Tolerance Kejadian Risiko yang telah diidentifikasi.

6. Sekretaris Perusahaan                                                                                                                                                  

a. Mengintegrasikan Laporan Manajemen Risiko ke dalam Laporan Tahunan Perusahaan dengan memperhatikan arahan Direksi dan Dewan Komisaris.

7. Karyawan Perusahaan Karyawan berpartisipasi secara aktif dalam mengidentifikasi risiko potensial yang ada di lingkungannya dan membantu melaksanakan tindakan perlakuan risiko yang tepat, antar alain dengan: a. Memahami kebijakan, manual, dan prosedur Manajemen Risiko yang telah ditetapkan oleh Direksi. b. Menginformasikan risiko-risiko yang mungkin terjadi atas kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya kepada atasannya.

PENGEMBANGAN KOMPETENSI MANAJEMEN RISIKO

Seiring dengan perkembangan usaha Perseroan, kompleksitas risiko yang dihadapi PT Hutama Karya (Persero) juga semakin bertambah. Untuk itu, PT Hutama Karya (Persero) menjalankan program pengembangan kompetensi bagi pegawai yang bekerja di bidang Manajemen Risiko. Program pengembangan kompetensi yang dijalankan tahun 2018 antara lain :

1. Mengusulkan Pelatihan dan sertifikasi di Bidang Manajemen Risiko secara berkesinambungan:                             

a. CRGP (Certificate Risk Governance Profiesional) untuk Level BOD (Board Of Director)                                          

b. CRMP (Certificate Risk Management Professional) untuk level BOD-1 & BOD-2.                                                     

c. RMO (Certificate Risk Management Officer) untuk level Manajer Senior/MS, Kepala Proyek dan Risk Officer.   

d. Pelatihan dan Sertifikasi Internal QRO (Qualified Risk Officer) setingkat CRMO bekerja sama dengan HC.

2. Divisi Human Capital dapat mensyaratkan Sertifikat dan Pelatihan di Bidang Manajemen Risiko menjadi Persyaratan Jabatan. 

3. Pengintegrasian Manajemen Risiko sebagai unit kerja penunjang dalam proses bisnis dengan Audit Internal dalam hal pelaksanaan Management RBA (Risk Base Audit) dan Divisi-Divisi lain.

4. Menambah personil pada bagian Manajemen Risiko sesuai dengan Manual Sistem Manajemen Risiko Hutama Karya No.SR/MR/M/001 rev.00 tgl.20/03/2018 Unit Manajemen Risiko kantor pusat harus diperkuat dengan kompetensi berikut ini:


Pada Tahun 2018 sudah ada 22 orang yang memiliki sertifikat CRMO (Certified Risk Management Officer) dan 4 orang sudah memiliki sertifikat sertifikasi CRMP (Certified Risk Management Professional).

PROFIL RISIKO DAN UPAYA MITIGASI RISIKO HUTAMA KARYA

telah menetapkan sejumlah risiko utama yang dihadapi Perusahaan. Terkait risiko-risiko tersebut, Perseroan telah menetapkan upaya mitigasi.

PENGUKURAN TINGKAT MATURITAS RISIKO

EVALUASI EFEKTIFITAS PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO

Untuk mengevaluasi efektivitas Sistem Manajemen Risiko, dilakukan dengan cara mengukur Maturity Level Manajemen Risiko di PT Hutama Karya (Persero). Untuk tahun 2018, Maturity Level Manajemen Risiko diukur oleh Konsultan Manajemen Risiko. Adapun aspek-aspek yang dinilai adalah:

1. Konsep manajemen risiko terkomunikasikan di seluruh organisasi                                                                            

a. Insan Perusahaan mengikuti kegiatan pengembangan kapasitas dalam bidang manajemen risiko .                    

b. Risiko menjadi pertimbangan dalam setiap pengambilan keputusan

2. Ketersediaan kebijakan                                                                                                                                              

a. Tersedia sistem dan prosedur manajemen risiko                                                                                                    

b. Pemahaman yang baik insan Perusahaan atas kebijakan manajemen risiko

3. Tersedia daftar risiko untuk seluruh organisasi

4. Risk appetite terdefinisi jelas                                                                                                                                      

a. Telah ditetapkan kriteria penilaian atas probabilitas dan dampak risiko                                                                

b. Telah dilakukan penanganan atas risiko-risiko utama Perusahaan

5. Pengawasan atas implementasi manajemen risiko                                                                                                    

a. Setiap penanggung jawab unit kerja memantau penerapan manajemen risiko                                                    

b. Dukungan yang baik dari auditor internal dalam penerapan manajemen risiko                                                    

c. Dukungan yang baik dari Organ Utama dan pihak luar manajemen dalam penerapan manajemen risikoLevel Capaian tahun 2018 yang dinilai oleh konsultan adalah 3,87.

Mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya dimana angka Level Capaian mencapai angka 3,70. Hal ini menunjukkan bahwa Perusahaan selalu mengupayakan peningkatan dalam penerapan manajemen risiko.

417
HK Annual Report 2018