PROFIL PERUSAHAAN

SEJARAH SINGKAT PERUSAHAAN

SEJARAH SINGKAT PERUSAHAAN

Pada tahun 1961, “Hollandsche Beton Maatschappij” sebuah perusahaan swasta Hindia Belanda yang banyak mengerjakan proyek konstruksi pada masa pemerintahan Hindia-Belanda di Indonesia, dinasionalisasi oleh Pemerintah Indonesia dan diubah menjadi PN Hutama Karya melalui Peraturan Pemerintah (PP) RI No. 61.1961 tanggal 29 Maret 1961. Inilah tonggak awal berdirinya PT Hutama Karya (Persero), selanjutnya disebut “HK” atau “Perseroan”, dalam pembangunan infrastruktur di negara Indonesia.

PN Hutama Karya menjadi perusahaan konstruksi yang pertama mengenalkan sistem prategang BBRV dari Swiss, sampai akhirnya terbentuk Divisi khusus prategang sebagai wujud eksistensi PN Hutama Karya terhadap teknologi ini. Telah banyak bangunan dan hasil konstruksi yang dikerjakan oleh PN Hutama Karya (Persero) yang dinilai sebagai bangunan yang memiliki nilai sejarah dan monumental seperti Gedung DPR/MPR RI di Senayan, Jakarta dan Monumen Patung Dirgantara di Pancoran, Jakarta. Pada tanggal 15 Maret 1973, PN Hutama Karya berubah menjadi PT Hutama Karya berdasarkan Akta Perseroan Terbatas No. 74 tanggal 15 Maret 1973, juncto Akta Perubahan No.48 tanggal 8 Agustus 1973 yang mana keduanya dibuat di hadapan Notaris Kartini Mulyadi, SH.

Menghadapi tantangan bisnis konstruksi yang semakin kompetitif, HUTAMA KARYA terus berinovasi dan melakukan diversifikasi usaha. HUTAMA KARYA mengembangkan Unit Bisnis HakaPole yaitu Pabrik Tiang Penerangan Jalan Umum terbuat dari baja bersegi delapan (Oktagonal) dengan berbagai tipe dan sekaligus melakukan ekspansi usaha ke luar negeri. Dengan pesatnya perkembangan dan kemajuan teknologi konstruksi di Indonesia, Perseroan telah mampu menghasilkan produk berteknologi tinggi yang memenuhi kualitas, keselamatan kerja dan lingkungan yang berstandar internasional, dibuktikan dengan diraihnya sertifikasi ISO 9002:1994, ISO 9001:2008, ISO 14001:2004, OHSAS 18001:2007 dan OHSAS 18001:1999. Tidak hanya proyek pengembangan dalam sektor pemerintah, HUTAMA KARYA juga melakukan ekspansi di sektor swasta dengan mengandalkan kualitas dan mutu.

HUTAMA KARYA semakin menguatkan eksistensinya di industri konstruksi nasional. Hal ini ditandai dengan mendirikan beberapa anak perusahaan yaitu HK Realtindo, Hakaaston, dan Hakapole. Sampai kemudian pemerintah menetapkan tanggal 29 Maret ditetapkan sebagai hari ulang tahun Perseroan berdasarkan Surat Keputusan Bersama Direksi dan Dewan Komisaris No. DU/MK.136/KPTS/03/2009 tanggal 29 Januari 2009 tentang Penetapan Hari Ulang Tahun PT Hutama Karya (Persero).

Sejak tahun 2014 Perseroan mendapat penugasan dari pemerintah untuk pengembangan jalan dan mendapat hak pengusahaan jalan tol untuk membantu pembangunan insfrastruktur di negara Indonesia. Penugasan ini merupakan salah satu tonggak penting dalam sejarah perusahaan karena pada masa inilah HK mulai menuliskan sejarah barunya sebagai Pengembang Infrastruktur Terkemuka Indonesia atau Indonesia’s Most Valuable Infrastructure Developer.

71
HK Annual Report 2018