ANALISIS & PEMBAHASAN MANAJEMEN

TINJAUAN PER SEGMEN USAHA

TINJAUAN PER SEGMEN USAHA

Berdasarkan laporan keuangan HUTAMA KARYA yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan, segmen usaha Perseroan dibagi menjadi empat segmen, yaitu konstruksi, jalan tol, pengembang properti dan pabrikasi aspal dan beton.

Pada tahun 2018, Manajemen mengubah pengelolaan portofolio bisnis dengan memisahkan segmen usaha jalan tol dari bisnis konstruksi, sebagai bagian dari strategi Perseroan untuk fokus sebagai perusahaan konstruksi dan badan usaha jalan tol. Hal ini diikuti dengan perubahan struktur organisasi untuk mengakomodasi pengambilan keputusan dan melakukan penilaian kinerja.

Perubahan pengelolaan bisnis Perseroan dan perubahan struktur organisasi tersebut menyebabkan Manajemen sebagai pengambil keputusan operasional Perseroan mengubah penyajian informasi segmen usaha dan entitas anak dari informasi segmen yang disajikan sebelumnya dalam laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017. Informasi segmen dalam laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 telah disajikan kembali agar sesuai dengan penyajian informasi segmen pada laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018.

Dengan perubahan pengelolaan portofolio bisnis tersebut, kontribusi masing-masing segmen terhadap pendapatan usaha HUTAMA KARYA mengalami perubahan. Tahun 2018, segmen badan usaha jalan tol menjadi kontributor terbesar bagi pendapatan usaha HUTAMA KARYA dengan kontribusi mencapai 76,46% dari total pendapatan usaha Perseroan.

Komposisi pendapatan usaha Perseroan dalam 2 (dua) tahun terakhir adalah sebagai berikut:

KINERJA PEMASARAN

Perseroan merupakan salah satu pemain utama di industri jasa konstruksi nasional. Perseroan menjalankan usaha sebagai penyedia jasa konstruksi publik dengan kegiatan utama meliputi jalan, jembatan, gedung bertingkat, resort & villa, bendungan, irigasi, dermaga, pelabuhan laut, bandar udara, pembangkit listrik dan berbagai pekerjaan konstruksi lainnya. Selain itu, Perseroan juga mendapat penugasan dari Pemerintah sebagai Badan Usaha Jalan Tol yang mengembangkan dan mengelola jalan tol ruas Jakarta Outer Ring Road S, Akses Tanjung Priok dan Jalan Tol Trans Sumatra.

Strategi pemasaran dilakukan baik dengan cara fokus pada target proyek besar dan iconic serta peningkatan daya saing melalui strategi co-investasi, cocreation dan Public Private Relationship dengan tujuan mengembangkan serta memelihara owner utama sesuai portofolio strategis secara sendiri maupun bersama mitra dalam dan iuar negeri.

Aktivitas Lelang dan Perolehan Kontrak Baru

Lelang yang diikuti pada tahun 2018 senilai Rp63.701 miliar atau 91,70% yang terdiri dari Non Ventura Bersama sebesar Rp40.214 miliar dan Ventura Bersama sebesar Rp23.487 miliar dari RKAP sebesar Rp69.469 miliar, yang terdiri dari Non Ventura Bersama sebesar Rp52.812 miliar dan Ventura Bersama sebesar Rp16.657 miliar.

Dari keikutsertaan lelang tersebut telah dimenangkan dan sudah kontrak sebesar Rp24.873 miliar atau mencapai 116,44% dari RKAP sebesar Rp21.361 miliar yang terdiri dari:

• Internal sebesar Rp11.318 miliar atau tercapai 198,63% dari rencana sebesar Rp5.698 miliar

• External sebesar Rp13.555 miliar, atau tercapai 86,54% dari rencana sebesar Rp15.663 miliar Realisasi lelang yang diikuti tahun 2018 dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya mencapai sebesar 148,92%, demikian pula kontrak didapat telah melampaui 146,99% dari periode yang sama tahun 2017.

Secara rinci kegiatan lelang dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Segmen Usaha Jasa Konstruksi Pada segmen usaha jasa konstruksi realisasi lelang yang diikuti tahun 2018 apabila dibandingkan periode yang sama iahun 2017 mencapai 142,55%, demikian pula kontrak didapat telah melampaui 29,96% dari realisasi tahun 2017 sebesar Rp9.939 miliar. Namun apabila realisasi lelang diikuti dibandingkan dengan RKAP Tahun 2018 realisasi lelang diikuti dicapai 84,47% sedangkan kontrak didapat telah melampaui 7,79%.

dalam Miliar Rupiah

Lelang yang diikuti pada tahun 2018 senilai Rp51.374 miliar atau 84,47% dari RKAP sebesar Rp60.817 miliar, dikarenakan selektif dalam mengikuti kegiatan lelang terkait dengan peluang menang.

2. Segmen Usaha Anak Perusahaan

dalam Miliar Rupiah

Pada segmen usaha Anak Perusahaan realisasi lelang yang diikuti tahun 2018 apabila dibandingkan periode yang sama tahun 2017 mencapai 183,01%, demikian pula kontrak didapat telah melampaui 71,24% dari realisasi tahun 2017 sebesar Rp6.982 miliar. Sedangkan realisasi lelang diikuti dibandingkan dengan RKAP Tahun 2018 realisasi lelang diikuti mencapai 142,47%, sedangkan kontrak didapat telah melampaui 27,48%.

Perolehan Kontrak Baru Tahun 2018

Realisasi perolehan kontrak baru diatas target RKAP tahun 2018 yaitu terlihat pada pekerjaan Jalan dan Jembatan serta pada pekerjaan EPC, hal ini disebabkan perolehan kontrak tahun 2018 serta jadwal proses lelang pekerjaan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) lebih awal, sedangkan pada pekerjaan EPC disebabkan diperolehnya Kontrak-Kontrak PLTU Suralaya melampau target RKAP. Sedangkan tidak tercapainya perolehan kontrak pada pekerjaan Sumber Daya Air dan Gedung akibat proses lelang diundur pada tahun 2019.

Kinerja Segmen Konstruksi

Tahun 2018, Segmen Konstruksi mencatat peningkatan kinerja yang sangat baik. Hal ini ditunjukan dari Pendapatan yang diperoleh dari segmen ini yaitu sebesar Rp11.321 miliar, meningkat 87,09% dibandingkan tahun sebelumnya Rp6.051 miliar. Pendapatan yang dibukukan Perseroan di Segmen Konstruksi relatif berimbang antara pendapatan eksternal dan pendapatan antar segmen.

Dengan peningkatan Pendapatan tahun 2018, Segmen Konstruksi berhasil membukukan Laba Bruto sebesar Rp1.409 miliar, meningkat 125,80% dibandingkan tahun sebelumnya Rp624 miliar.

dalam miliar Rupiah

SEGMEN BADAN USAHA JALAN TOL

Tahun 2018, Segmen Badan Usaha Jalan Tol mencatat peningkatan kinerja yang sangat baik. Hal ini ditunjukkan dari Pendapatan yang diperoleh dari segmen ini yaitu sebesar Rp20.452 miliar, meningkat 51,26% dibandingkan tahun sebelumnya Rp13.521 miliar. Peningkatan tersebut disebabkan oleh pengerjaan konstruksi Jalan Tol Trans Sumatra dan perngoperasian ruas-ruas baru yaitu Akses Tanjung Priok dan Palembang-Indralaya.

Dengan peningkatan Pendapatan tahun 2018, Segmen Badan Usaha Jalan Tol berhasil membukukan Laba Bruto sebesar Rp1.643 miliar, meningkat 110,91% dibandingkan tahun sebelumnya Rp779 miliar.

dalam miliar Rupiah

SEGMEN PENGEMBANG PROPERTI

Tahun 2018, Segmen Pengembang Properti mencatat peningkatan kinerja yang baik. Hal ini ditunjukkan dari Pendapatan yang diperoleh dari segmen ini yaitu sebesar Rp105 miliar, meningkat 54,41% dibandingkan tahun sebelumnya Rp68 miliar. Peningkatan tersebut disebabkan oleh meningkatnya pendapatan sewa dan hotel.

Dengan peningkatan Pendapatan tahun 2018, Segmen Pengembang Properti berhasil membukukan Laba Bruto sebesar Rp36 miliar.

dalam miliar Rupiah

dalam miliar Rupiah

SEGMEN PABRIKASI ASPAL DAN BETON

Tahun 2018, Segmen Pabrikasi Aspal dan Beton mengalami peningkatan kinerja. Hal ini ditunjukkan dari Pendapatan yang diperoleh dari segmen ini yaitu sebesar Rp1.691 miliar, meningkat 206,90% dibandingkan tahun sebelumnya Rp551 miliar. Peningkatan tersebut terjadi pada pendapatan antar segmen dikarenakan Perusahaan lebih berfokus untuk penyediaan precast proyek yang dikerjakan oleh PT HK Infrastruktur.

Dengan peningkatan Pendapatan tahun 2018, Segmen Pabrikasi Aspal dan Beton berhasil membukukan Laba Bruto sebesar Rp287 miliar.

dalam miliar Rupiah

144
HK Annual Report 2018