ANALISIS & PEMBAHASAN MANAJEMEN

TINJAUAN KEUANGAN

TINJAUAN KEUANGAN

Analisis dan pembahasan kinerja keuangan berikut disusun berdasarkan informasi dari laporan keuangan audited Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 dan telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan dan mendapat opini wajar dalam semua hal yang material, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

Analisis terkait kinerja keuangan Perseroan juga mengacu pada kinerja keuangan di tahun-tahun sebelumnya sebagai data pembanding sehingga analisis yang disampaikan lebih komprehensif.

LAPORAN POSISI KEUANGAN

dalam miliar Rupiah

Tahun 2018, laporan posisi keuangan HUTAMA KARYA berada pada posisi yang sangat baik. Posisi Aset, Liabilitas dan Ekuitas tahun 2018 secara umum mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

ASET

Jumlah Aset HUTAMA KARYA pada 31 Desember 2018 tercatat sebesar Rp64.533 miliar, meningkat 32,47% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp48.716 miliar. Komposisi Aset Perseroan tahun 2018 masih didominasi oleh Aset Tidak lancar dengan kontribusi mencapai 77,05%, lebih tinggi dibandingkan kontribusi pada tahun sebelumnya sebesar 68,02%.

Komposisi Aset HUTAMA KARYA 2 (dua) tahun terakhir adalah sebagai berikut:

dalam miliar Rupiah

Jumlah Aset Lancar HUTAMA KARYA pada tahun 2018 tercatat sebesar Rp14.813 miliar. Jumlah tersebut lebih rendah 4,91% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp15.578 miliar. Penurunan Aset Lancar tersebut utamanya disebabkan penurunan jumlah Kas dan Setara Kas yang dipergunakan sebagai pembiayaan konstruksi Jalan Tol Trans Sumatra.

Penurunan jumlah Aset Lancar tersebut juga dipengaruhi oleh penurunan jumlah Piutang Lainlain sejalan dengan peningkatan kolektibilitas piutang Perseroan.

Namun demikian, jumlah Persediaan Perseroan tahun 2018 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini sejalan dengan strategi HUTAMA KARYA dalam mengantisipasi volatilitas harga bahan baku akibat fluktuasi nilai tukar yang terjadi pada tahun 2018.

Aset Tidak Lancar

dalam miliar Rupiah

dalam miliar Rupiah

HUTAMA KARYA mencatat pertumbuhan jumlah Aset Tidak Lancar seebsar 49,95% pada tahun 2018 menjadi Rp49.720 miliar dari tahun sebelumnya Rp33.138 miliar. Peningkatan jumlah Aset Tidak Lancar tersebut utamanya disebabkan peningkatan jumlah Hak Penguasaan Jalan Tol yang pada tahun 2018 tercatat sebesar Rp45.779 miliar, meningkat 51,62% dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp30.194 miliar. Peningkatan tersebut sejalan dengan selesainya beberapa ruas jalan tol yang dibangun Perseroan.

Selain itu, pada tahun 2018 jumlah Aset Tetap Perseroan juga mengalami peningkatan sebesar Rp463 miliar atau 40,86% dari tahun 2017 sebesar Rp1.133 miliar menjadi Rp1.596 miliar di tahun 2018. Peningkatan jumlah Aset Tetap tersebut utamanya disebabkan peningatan barang modal yang dilakukan Perseroan tahun 2018 untuk menunjang operasional Perseroan tahun 2018.

LIABILITAS

Jumlah Liabilitas HUTAMA KARYA pada 31 Desember 2018 tercatat sebesar Rp53.917 miliar, meningkat 34,22% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp40.171 miliar. Komposisi Liabilitas Perseroan tahun 2018 masih didominasi oleh Liabilitas Jangka Panjang dengan kontribusi mencapai 68,59%, lebih tinggi dibandingkan kontribusi pada tahun sebelumnya sebesar 64,16%.

Komposisi Liabilitas HUTAMA KARYA 2 (dua) tahun terakhir adalah sebagai berikut:

dalam miliar Rupiah

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek Perseroan pada tahun 2018 tercatat sebesar Rp16.937 miliar, meningkat 17,66% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp14.395 miliar. Peningkatan tersebut utamanya disebabkan oleh meningkatnya Bagian Lancar atas Pendapatan Ditangguhkan dari ruas jalan tol Akses Tanjung Priok dan JORR seksi Selatan yang pada tahun 2018 tercatat sebesar Rp2.706 miliar, meningkat 686,63% dibandingkan tahun sebelumnya Rp344 miliar. Selain itu, jumlah Akrual dan Provisi tahun 2018 juga meningkat 113,73% menjadi Rp1.152 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp539 miliar.

Liabilitas Jangka Panjang

dalam miliar Rupiah

dalam miliar Rupiah

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang HUTAMA KARYA tahun 2018 meningkat 43,47% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp36.980 miliar dari Rp25.775 miliar tahun 2017. Peningkatan tersebut utamanya disebabkan meningkatnya jumlah Utang Usaha khususnya pada pihak berelasi yang pada akhir tahun 2018 tercatat sebesar Rp15.366, meningkat 208,74% dari tahun sebelumnya Rp4.977 miliar. Selain itu pada tahun 2018 Perseroan juga mencatat peningkatan Utang Non Bank sebesar 1844,74% menjadi Rp1.478 miliar seiring dengan pinjaman yang diperoleh Perseroan dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dan Lembaga Pembiayaan Ekspor sebagai pembiayaan dalam pengerjaan konstruksi Jalan Tol Trans Sumatra.

EKUITAS

dalam miliar Rupiah

Pada tahun 2018, jumlah Ekuitas HUTAMA KARYA mengakami pertumbuhan sebesar 24,24% menjadi Rp10.616 miliar dari tahun sebelumnya Rp8.545 miliar. Peningkatan tersebut disebabkan oleh peningkatan Saldo Laba dan Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN

dalam miliar Rupiah

dalam miliar Rupiah

dalam miliar Rupiah

Pendapatan

Sepanjang tahun 2018, HUTAMA KARYA berhasil membukukan Pendapatan sebesar Rp26.748 miliar, meningkat 47,85% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp18.091 miliar. Pendapatan Perseroan tahun 2018 utamanya dikontribusi oleh pendapatan jasa konstruksi jalan tol yang pada tahun 2018 mencapai Rp19.497 miliar, meningkat 52,09% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp12.819 miliar sejalan dengan progres penyelesaian Tol Trans Sumatra yang dikembangkan Perseroan.

Komposisi Pendapatan HUTAMA KARYA tahun 2018 dan 2017 adalah sebagai berikut:

dalam miliar Rupiah

Tahun 2018, Pendapatan dari Penjualan Barang mengalami penurunan sebesar 20,07% menjadi Rp227 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp284 miliar. Hal ini disebabkan Perusahaan lebih berfokus pada penyediaan precast proyek PT HK Infrastruktur.

Pendapatan HUTAMA KARYA tahun 2018, 75,35% di antaranya atau setara dengan Rp20,153 miliar diperoleh dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Beban Pokok Pendapatan

Jumlah Beban Pokok Pendapatan HUTAMA KARYA tahun 2018 mencapai Rp23.398 miliar, meningkat 41,55% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp16.530 miliar. Peningkatan Beban Pokok Pendapatan tersebut utamanya disebabkan peningkatan pembayaran jasa subkontraktor, baik untuk pekerjaan jasa konstruksi maupun jasa konstruksi jalan tol seiring dengan meningkatnya jumlah pekerjaan yang dilaksanakan Perseroan tahun 2018.

Beban Pokok Pendapatan HUTAMA KARYA tahun 2018 dan 2017 adalah sebagai berikut:

dalam miliar Rupiah

Beban Jasa Konstruksi utamanya berasal dari beban subkontraktor dan bahan. Tahun 2018, beban subkontraktor mengalami peningkatan yang cukup signifikan yaitu sebesar 225,47% menjadi Rp2.441 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp750 miliar. Peningkatan ini disebabkan jumlah proyek yang dikerjakan tahun 2018 jauh lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Namun demikian, melalui program efisiensi yang dilakukan, tahun 2018 Perseroan berhasil menurunkan beban bahan, beban upah dan beban peralatan.

Beban Jasa Konstruksi tahun 2018 dan 2017 adalah sebagai berikut:

Beban Jasa Konstruksi (dalam miliar Rupiah)

Beban Jasa Konstruksi Jalan Tol utamanya digunakan untuk pembayaran subkontraktor yang pada tahun 2018 mencapai Rp17.263 miliar, meningkat 55,66% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp11.090 miliar. Hal ini disebabkan percepatan konstruksi pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra, salah satunya dengan dipecahnya ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung menjadi Terbanggi Besar Pematang panggang dan Pematang Panggang-Kayu Agung.

Beban Jasa Konstruksi Jalan Tol tahun 2018 dan 2017 adalah sebagai berikut:

Beban Jasa Konstruksi Jalan Tol (dalam miliar Rupiah)

Beban Pengoperasian Jalan Tol tahun 2018 mencapai Rp642 miliar meningkat 170,89% dibandingkan tahun sebelumnya Rp237 miliar. Peningkatan tersebut utamanya disebabkan peningkatan amortisasi yang pada tahun 2018 tercatat sebesar Rp272 miliar dari tahun 2017 sebelumnya Rp0. Beban Pengoperasian Jalan Tol tahun 2018 dan 2017 adalah sebagai berikut:

Beban Pengoperasioan Jalan Tol (dalam miliar Rupiah)

Beban Penjualan dan Sewa Properti tahun 2018 tercatat sebesar Rp69 miliar, meningkat 84,49% dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp37 miliar. Beban Penjualan Barang tahun 2018 tercatat sebesar Rp189 miliar, mengalami penurunan sebesar 21,58% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp241 miliar. Penurunan tersebut utamanya disebabkan turunnya biaya bahan dan peralatan tahun 2018. Beban Penjualan Barang tahun 2018 dan 2017 adalah sebagai berikut:

Beban Penjualan Barang (dalam miliar Rupiah)

Laba Bruto

Sejalan dengan peningkatan Pendapatan Perseroan tahun 2018, jumlah Laba Bruto yang dibukukan HUTAMA KARYA tahun 2018 mengalami peningkatan sebesar 114,61% dibandingkan tahun 2017 menjadi Rp3.350 miliar.

Beban Penjualan

Jumlah Beban Penjualan HUTAMA KARYA tahun 2018 tercatat sebesar Rp43 miliar. Jumlah tersebut mengalami penurunan 69,93% dibandingkan tahun sebelumnya Rp143 miliar. Penurunan Beban Penjualan tersebut disebabkan oleh menurunnya biaya terkait prakualifikasi untuk tender.

Laba Usaha

Tahun 2018, HUTAMA KARYA mencatat Laba Usaha sebesar Rp2.534 miliar, meningkat 119,39% dibandingkan tahun sebelumnya Rp1.155 miliar. Laba Sebelum Pajak Penghasilan Jumlah

Laba Sebelum Pajak Penghasilan

yang dibukukan HUTAMA KARYA tahun 2018 adalah sebesar Rp2.397 miliar, meningkat 101,43% dibandingkan tahun sebelumnya Rp1.190 miliar.

Beban Pajak Penghasilan

Sejalan dengan peningkatan Pendapatan yang dibukukan Perseroan tahun 2018, jumlah Pajak Penghasilan yang dibayarkan HUTAMA KARYA tahun 2018 mengalami peningkatan sebesar 1,68% menjadi Rp121 miliar dari tahun sebelumnya Rp119 miliar.

Laba Tahun Berjalan

Tahun 2018 HUTAMA KARYA membukukan Laba Tahun Berjalan sebesar Rp2.276 miliar, meningkat 112,51% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1.071 miliar.

Laba Komprehensif Tahun Berjalan

Tahun 2018, HUTAMA KARYA membukukan Penghasilan Komprehensif sebesar Rp9 miliar yang diperoleh dari Pengukuran Kembali Imbalan Pascakerja, sehingga jumlah Laba Komprehensif Tahun Berjalan yang dibukukan Perseroan tahun 2018 adalah sebesar Rp2.285 miliar. Dari jumlah tersebut jumlah Laba Komprehensif Tahun Berjalan yang dapat distribusikan kepada pemilik entitas induk adalah sebesar Rp2.275 miliar, meningkat 112.42% dari tahun sebelumnya sebesar Rp1.071 miliar.

LAPORAN ARUS KAS

dalam miliar Rupiah

Arus Kas dari Aktivitas Operasi

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi tahun 2018 adalah sebesar Rp2.346 miliar, meningkat 73,91% dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp1.349 miliar. Arus kas masuk utamanya diperoleh dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp6.517 miliar, sedangkan arus kas keluar utamanya digunakan untuk pembayaran kepada pemasok dan karyawan masingmasing sebesar Rp3.702 miliar dan Rp319 miliar.

Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi tahun 2018 adalah sebesar Rp11.110 miliar, jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 45,21% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp7.651 miliar. Arus kas masuk utamanya diperoleh dari penerimaan kembali dana talangan pembebasan lahan yaitu sebesar Rp1.626 miliar, sedangkan arus kas keluar utamanya digunakan untuk perolehan aset hak pengusahaan jalan tol yaitu sebesar Rp11.387 miliar.

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan tahun 2018 adalah sebesar Rp7.458 miliar, jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 2,66% dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp7.265 miliar. Arus kas masuk diperoleh dari penerimaan pinjaman jangka pendek dan penerimaan pinjaman jangka panjang masing-masing sebesar Rp3.206 miliar dan Rp8.295 miliar, sedangkan arus kas keluar digunakan untuk pembayaran pinjaman jangka pendek, pembayaran pinjaman jangka panjang dan pembayaran dividen kas masing-masing sebesar Rp2.987 miliar, Rp842 miliar dan Rp214 miliar.

RASIO KEUANGAN

dalam %

KEMAMPUAN MEMBAYAR UTANG

Kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajibannya diukur dari beberapa rasio keuangan. Tahun 2018, posisi Debt to Equity Ratio (DER) Perseroan adalah 301,99% lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya 246,05%.

KOLEKTIBILITAS PIUTANG

Tingkat kolektibilitas Perseroan mengalami penurunan yaitu lebih cepat dari 46 hari pada tahun 2017 menjadi 54 hari pada tahun 2018.

STRUKTUR MODAL DAN KEBIJAKAN STRUKTUR MODAL

Struktur Modal Perseroan terdiri dari liabilitas dan ekuitas. Pada tahun 2018, komposisi liabilitas jauh lebih besar dibandingkan ekuitas.

dalam miliar Rupiah

KEBIJAKAN MANAJEMEN ATAS STRUKTUR MODAL

Kenaikan Debt to Equity Ratio sebesar 55,94% dikarenakan liabilitas perusahaan yang meningkat di tahun 2018 terkait utang usaha atas jasa subkontraktor dan dana talangan pembebasan lahan untuk proyek pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra.

IKATAN YANG MATERIAL UNTUK INVESTASI BARANG MODAL

Sepanjang tahun 2018, Perseroan tidak memiliki transaksi berupa ikatan yang material untuk investasi barang dan modal.

INVESTASI BARANG MODAL YANG DIREALIASIKAN PADA TAHUN BUKU TERAKHIR

Tahun 2018, HUTAMA KARYA membelanjakan Rp600 miliar untuk investasi barang modal. Barang modal tersebut digunakan untuk menunjang operasional Perseroan, baik pada tahun buku 2018 maupun tahun-tahun mendatang.

Jenis investasi barang modal tahun 2018 adalah sebagai berikut:

dalam miliar Rupiah

INFORMASI DAN FAKTA MATERIAL YANG TERJADI SETELAH TANGGAL LAPORAN AKUNTAN

  1. Penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol Pada tanggal 15 Maret 2019 dan 9 April 2019, Perusahaan telah menandatangani perjanjian pengusahaan jalan tol (“PPJT”) Trans Sumatra untuk ruas Lubuk Linggau – Curug – Bengkulu dan ruas Simpang Indralaya – Muara Enim – Lubuk Linggau.
  2. Uang muka pembelian saham PT Cempaka Surya Kencana Pada bulan Januari 2019, PT HK Realtindo, entitas anak mendapat penugasan dari PT Hutama Karya (Persero) untuk menjadi pengembang pada proyek pengembangan tanah Technopark yang merupakan hasil kerjasama antara PT Hutama Karya (Persero), PT Cempaka Surya Kencana dan PT Azbindo Nusantara. Kemudian, pada bulan Februari 2019, entitas anak menandatangani perjanjian untuk pengambilalihan saham PT Cempaka Surya Kencana dengan estimasi nilai transaksi sebesar Rp4,2 triliun. Pada bulan Maret 2019, entitas anak telah melakukan pembayaran komitmen sebesar Rp200 miliar atas pembelian saham, dengan sumber dana berasal dari PT Hutama Karya (Persero).
  3. Uang muka pembelian saham PT Nusa Pratama Property Pada bulan Januari 2019, PT HK Realtindo, entitas anak, mendatangani perjanjian untuk pengambilalihan saham PT Nusa Pratama Property (“NPP”) dengan rincian sebagai berikut:
    1. Pembelian saham lama NPP sebanyak 242.322 lembar senilai Rp318,8 miliar.
    2. Penerbitan saham baru NPP sebanyak 348.757 lembar senilai Rp458,8 miliar
    3. Atas perjanjian ini, PT HK Realtindo telah membayar uang muka sebesar Rp103 miliar pada 30 November 2018 dan Rp211 miliar pada 31 Januari 2019. Sampai dengan tanggal laporan keuangan konsolidasian ini, penilaian dan kajian akuntansi atas transaksi ini masih dalam proses.

PERBANDINGAN ANTARA TARGET DAN REALISASI DAN PROYEKSI SATU TAHUN KE DEPAN

Perbandingan Target dan Realisasi

Pada setiap awal tahun buku, Perseroan menetapkan target yang hendak dicapai pada tahun buku, khususnya untuk kinerja operasional dan finansial utama. Namun demikian, dalam perjalannya Perseroan melakukan review terhadap target yang ditetapkan sesuai dengan perkembangan kondisi internal dan eksternal Perseroan.

Ikhtisar pencapaian kinerja Perseroan pada tahun buku 2018 adalah sebagai berikut :

dalam miliar Rupiah

Secara umum pada tahun buku 2018, kinerja Perseroan berhasil mencapai target yang ditetapkan. Hal ini disebabkan oleh peningkatan aset Perseroan terutama aset tidak berwujud berupa hak konsesi Jalan Tol Trans Sumatra yang ditargetkan pada tahun 2018 sepanjang 185 km, namun terealisasi sepanjang 204 km. Realisasi laba tahun berjalan Perseroan mencapai target 156,71% pada tahun 2018 sebesar Rp2.276 miliar.

Proyeksi Tahun 2019

Memasuki tahun 2019, Perseroan telah menetapkan target kinerja yang hendak dicapai sebagai berikut :

 

152
HK Annual Report 2018