ANALISIS & PEMBAHASAN MANAJEMEN

PROSPEK USAHA

PROSPEK USAHA

Di tengah berbagai tekanan ekonomi global, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2019 diyakini masih akan mengalami pertumbuhan yang positif. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun 2019 sebesar 5,30% dengan tingkat inflasi sebesar 3,50% (+/-1%).

Tahun 2019, pemerintah masih terus melanjutkan pembangunan infrastruktur dengan menaikkan anggaran setiap tahun. Mengacu data Kementerian Keuangan, tahun 2019, pemerintah menganggarkan Rp415 triliun. Angka ini mengalami kenaikan 1,04% dari anggaran tahun 2018. Sebelumnya, secara berturut-turut sejak tahun 2015 naik 65,5% menjadi sebesar Rp256,1 triliun, dan tahun 2016 meningkat 5,1% menjadi Rp269,1 triliun. Kemudian tahun 2017 bertambah 44,3% menjadi Rp388,3 triliun, dan tahun 2018 tumbuh 5,8% menjadi Rp410,7 triliun.

Alokasi anggaran Rp415 triliun untuk tahun 2019 diperuntukkan bagi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) senilai Rp108,2 triliun, disusul Kementerian Perhubungan Rp38,1 triliun, Dana Alokasi Khusus Rp33,5 triliun, serta investasi pemerintah melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) dan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) sebesar Rp39,8 triliun.

Besarnya anggaran infrastruktur yang ditetapkan pemerintah merupakan peluang bagi HUTAMA KARYA. Dengan penugasan yang diberikan pemerintah kepada HUTAMA KARYA pada Jalan Tol Trans Sumatra, Perseroan dapat mengembangkan bisnis sangat berkaitan langsung dengan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra maupun bisnis turunan untuk meningkatkan utilitas Jalan Tol Trans Sumatra.

Penugasan Pengembangan Jalan Tol Trans Sumatra merupakan momentum untuk mengoptimalkan peluang bisnis konstruksi dan manufaktur serta properti dan kawasan terpadu di sekitar Jalan Tol Trans Sumatra. Untuk itu HUTAMA KARYA dalam Tahun 2019 menargetkan pertumbuhan sales di atas tahun-tahun sebelumnya yakni pada kisaran di atas 28%.

Di samping menargetkan target finansial yang tinggi, HUTAMA KARYA juga menargetkan pengembangan faktorfaktor produksi yang di antaranya Human Capital dan Financial Capital serta penataan sistem dan prosedur yang didalamnya mencakup Sistem Informasi yang terintegrasi, serta Sistem Manajemen Risiko untuk memitigasi risiko bisnis perusahaan.

Target perolehan kontrak baru Tahun 2019 dari kegiatan pemasaran bidang konstruksi diproyeksikan sebesar Rp36,92 Triliun, dengan komposisi proyek Pemerintah 20%, BUMN 64% dan Swasta 16%. Selain itu Perseroan juga masih memiliki contract carry over atau sisa kontrak lama tahun sebelumnya sebesar Rp34,76 Triliun, sehingga total kontrak di tangan menjadi sebesar Rp71,68 Triliun. Dengan kontrak di tangan, konstruksi dan pendapatan pengoperasian Jalan Tol Trans Sumatra, Pendapatan JORR-S serta Anak Perusahaan, diharapkan penjualan HUTAMA KARYA dapat mencapai Penjualan sebesar Rp34,31 Triliun dan Laba Bersih sebesar Rp2,20 Triliun pada Tahun 2019.

Sebagai BUJT, HUTAMA KARYA juga menerima penugasan Pemerintah dalam mengembangkan Jalan Tol Trans Sumatra, pada tahun 2019 Perseroan menargetkan untuk dapat menyelesaikan konstruksi Jalan Tol Trans Sumatra sepanjang 157.87 Km. Jika ditotal panjang ruas yang terbangun hingga akhir tahun Tahun 2019 ditargetkan mencapai 473.45 Km dari total ruas yang telah ditugaskan kepada HUTAMA KARYA melalui pengusahaan 4 (empat) ruas pertama JTTS sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 100 Tahun 2014 dan pengusahaan 4 (empat) ruas kedua JTTS sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 117 Tahun 2015 serta penugasan ruas berdasarkan Surat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor: KU.09.01-MN/784 Tahun 2016 yaitu Ruas Aceh-Medan (470 km), Padang-Pekanbaru (240 km) serta Tebing Tinggi -Parapat (98 km). Dalam Tahun 2019 ini Perseroan juga menargetkan Ruas Medan-Binjai, Palembang-Indralaya dan Bakauheni-Terbanggi Besar telah dapat dioperasikan.

Tantangan yang dihadapi kedepan untuk penyelesaian penugasan pembangunan Jalan Tol ini adalah:

  1. Sebagian besar ruas jalan tol memiliki tantangan pada proses pengadaan tanah, seperti sengketa kepemilikan tanah dan ketidaksepakatan uang ganti untung sehingga lahan yang bebas cenderung spot to spot, tidak tuntas dalam satu daerah sehingga mobilisasi pekerjaan cukup terkendala.
  2. Ruas jalan tol Trans Sumatra memiliki kondisi geoteknik yang bervariasi mulai dari tanah lunak, berpasir, gambut, dan batuan sehingga diperlukan penanganan khusus untuk dapat melaksanakan konstruksi. Proses pengembangan jalan tol Trans Sumatra ini banyak melewati kawasan khusus seperti pemukiman, areal hutan industri, perkebunan,

tambang, dan lain-lain sehingga perlu perlakuan khusus serta tata cara komunikasi khusus yang melibatkan banyak stakeholders terkait percepatan pembangunan ruas-ruas Tol Trans Sumatra.

Beberapa strategi yang diterapkan terkait akselerasi pembangunan jalan tol Trans Sumatra sebagai berikut:

  1. Percepatan dalam proses pengadaan tanah dengan dukungan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dalam memberikan dana talangan untuk pengadaan tanah.
  2. Percepatan dalam hal pelaksanaan:
    1. Pola fast track antara perencanaan Detailed Engineering Design (DED) dan pelaksanaan konstruksi yang dilakukan bersamaan dengan pola design and build, 
    2. Pola aplikasi teknologi precast untuk mengantisipasi lahan yang terlambat diadakan,
    3. Pola terapan teknologi percepatan konsolidasi penurunan tanah timbunan dengan metode vacuum di tanah lunak atau rawa.

Selain itu, salah satu tujuan dikembangkannya Kawasan Sumatra melalui Trans Sumatra Development adalah untuk meningkatkan awareness investor potensial global yang kami estimasi dapat datang Amerika, Belanda, Jepang, Korea Selatan, Singapura dan China. Perusahaan juga telah melakukan assessment terkait peluang alignment dari Trans Sumatra Development dengan salah satu Global Investment Plan yaitu Belt Road Initiative (BRI) untuk pengembangan ekonomi di Sumatra di mana secara paralel, penilaian BRI dilakukan untuk memahami konsep & appetite investasi global. Selanjutnya, perusahaan mengarah pada ekspansi ke pasar internasional di mana credential penting dari keberhasilan Trans Sumatra Development akan menjadi key steps untuk kembali hadir sebagai pengembang dengan skala internasional.

176
HK Annual Report 2018