FUNGSI PENUNJANG BISNIS

SUMBER DAYA MANUSIA

SUMBER DAYA MANUSIA

Kompetensi karyawan merupakan elemen penting yang menentukan keberhasilan HUTAMA KARYA dalam meningkatkan kinerja usahanya. Menyadari hal tersebut, Perseroan secara konsisten dan berkesinambungan terus berupaya meningkatkan pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimilikinya. Hal ini antara lain diwujudkan melalui perencanaan tenaga kerja yang terintegrasi dengan rencana perusahaan secara umum termasuk Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan dan arah pengembangan bisnis Perseroan dalam jangka panjang.

DIVISI HUMAN CAPITAL

Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Hutama Karya (Persero) No. 2004/KPTS/60/2018 tanggal 20 Agustus 2018 tentang Perubahan Struktur Organisasi, pengelolaan SDM di HUTAMA KARYA dilaksanakan oleh Divisi Human Capital yang dipimpin oleh Kepala Divisi yang bertanggung jawab langsung kepada Direktur Human Capital & Pengembangan.

Divisi Human Capital memiliki 4 (empat) bagian, yaitu Bagian Perencanaan Organisasi & Rekrutmen, Bagian Pengembangan Talenta, Bagian Kompensasi Benefit dan Bagian Umum. Penjelasan fungsi, tugas dan tanggung jawab masing-masing bagian adalah sebagai berikut:

MANAJEMEN HUMAN CAPITAL

Pengelolaan Human Capital di HUTAMA KARYA bersifat paripurna, mulai dari perekrutan karyawan hingga purna bakti. Perseroan berupaya untuk menerapkan semua proses tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelaksanannya dengan mengacu pada best practice yang ada.

Perencanaan Karyawan dan Rekrutmen

Untuk menunjang pertumbuhan perusahaan, Divisi Human Capital menyusun perencanaan karyawan (manpower planing) sesuai kebutuhan pengembangan usaha Perseroan. Penyusunan rencana karyawan tersebut mempertimbangkan berbagai aspek, antara lain arah pengembangan bisnis jangka panjang, produktivitas, kapasitas dan kapabilitas.

Setelah melalui proses kajian kebutuhan karyawan, barulah kemudian disusun rencana perekrutan karyawan sesuai dengan kebutuhan dari masing-masing Divisi di Perseroan. Kajian kebutuhan karyawan tidak terbatas hanya untuk tahun berjalan, namun dapat dilakukan untuk jangka menengah, hingga 5 tahun. Namun demikian, hasil kajian tersebut secara berkala direview untuk mengetahui kesesuaiannya dengan kondisi dan kebutuhan Perseroan.

Pemenuhan kebutuhan human capital dilakukan melalui rekrut pegawai baru, baik fresh graduate maupun tenaga pengalaman. Dalam proses rekrutmen, HUTAMA KARYA menerapkan prinsip keterbukaan dan mempertimbangkan kebutuhan dan kompetensi dalam Industri Konstruksi.

Kebijakan program rekrutmen HUTAMA KARYA adalah membuka kesempatan luas dengan melakukan rekrutmen dari seluruh wilayah Indonesia. Proses rekrutmen dilakukan melalui situs Perseroan, job fair, serta bekerja sama dengan universitas-universitas negeri ternama yang memiliki passing grade cukup tinggi, untuk mendapatkan talenta-talenta lulusan baru dengan kriteria cukup tinggi.

Perseroan menerapkan standar kualifikasi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,0, skor TOEFL 480, dan usia di bawah 24 tahun. Perseroan juga memprioritaskan para lulusan baru yang memiliki pengalaman organisasi, karena mereka umumnya memiliki nilai lebih dalam hal team work dan kemampuan leadership.

Untuk memperoleh talenta-talenta berkualitas, Perseroan juga telah menjalin kerjasama dengan beberapa Universitas Negeri di tanah air, antara lain Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), dan Universitas Brawijaya Malang.

Tahun 2018, sejalan perkembangan usaha perusahaan, HUTAMA KARYA melakukan rekrutmen sebanyak 176 karyawan baru yang terdiri dari 142 orang fresh graduate dan 34 orang pro-hire.

Manajemen Karir

Pengembangan karir karyawan di HUTAMA KARYA mengacu kepada ketentuan yang mengatur tentang jenjang karir karyawan. Perseroan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap karyawan untuk mengembangkan kariernya dan mencapai posisi tinggi dalam struktur organisasi berdasarkan kompetensinya.

Untuk menunjang pengembangan karir karyawan, Perseroan telah menyiapkan program pengembangan karyawan dengan memperhatikan kebutuhan

pengembangan yang dirasakan karyawan melalui program yang melibatkan atasan masing-masing karyawan sebagai pihak yang paling mengetahui pelatihan apa yang dibutuhkan dan sesuai dengan kompetensi karyawan.

Program pengembangan karyawan merupakan salah satu syarat yang ditetapkan HUTAMA KARYA untuk mendapatkan kenaikan jabatan. Perseroan juga menjamin ketersediaan posisi bagi karyawan yang memiliki kualifikasi, kompetensi dan kinerja tinggi tanpa memandang jenis kelamin, usia dan masa kerja.

Sejak tahun 2017, Perseroan telah menerapkan sistem pengelolaan dan penilaian karyawan berdasarkan kinerja. Hal tersebut bertujuan untuk memacu SDM agar memberikan kinerja terbaiknya—bukan hanya untuk perkembangan Perseroan, tapi juga demi mereka mendapatkan kesempatan peningkatan karier yang lebih cepat.

Penilaian Kinerja Karyawan

HUTAMA KARYA telah menerapkan sistem penilaian karyawan berdasarkan kinerja, untuk memacu SDM untuk memberikan kinerja terbaiknya, demi mendapatkan kesempatan peningkatan karir yang lebih cepat.

Tahun 2018, Perseroan mulai menerapkan penilaian kinerja karyawan berdasarkan Indikator Kinerja Utama (IKU). IKU yang ditetapkan Perseroan terkait 3 hal, yaitu IKU Individu sebesar 50%, IKU Unit Kerja sebesar 40%, dan IKU Perilaku yang diberikan oleh atasan secara langsung sebesar 10%.

Dengan penetapan IKU tersebut, Perseroan mendorong karyawan untuk:

  1. Menjaga dan memiliki hubungan yang baik dengan atasan sebagai orang yang berhubungan kerja secara langsung dan bertanggung jawab dalam proses coaching dan mentoring, yang menjadi syarat dalam peningkatan karier SDM di Perseroan
  2. Mampu bekerja sama dengan baik dalam tim serta membawa timnya untuk melaju dan menunjukkan hasil kinerja yang baik 
  3. Selalu termotivasi untuk memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

Penilaian kinerja karyawan di HUTAMA KARYA dilakukan setahun sekali.

Remunerasi dan Kesejahteraan Karyawan

Dalam upaya mendukung peningkatan kinerja karyawan dan juga sebagai upaya untuk mempertahankan karyawan terbaiknya, HUTAMA KARYA juga memberikan perhatian yang besar terhadap kesejahteraan karyawannya.

Untuk memacu kinerja karyawan, Perseroan menerapkan kebijakan pemberian remunerasi yang kompetitif berdasarkan kinerja dan lama kerja atau golongan. Kinerja yang baik menjadi syarat bagi karyawan untuk mendapatkan peningkatan karir. Dengan adanya peningkatan karir, maka karyawan juga akan mendapatkan peningkatan fasilitas dan berbagai tunjangan.

Untuk memberikan rasa aman dalam bekerja, Perseroan memberikan benefit kepada karyawan baik yang diterima selama masa kerja seperti program pemeliharaan kesehatan maupun yang diterima setelah berakhirnya hubungan kerja seperti program pensiun, serta fasilitas lain yang lazim diberikan oleh perusahaan sejenis di industri konstruksi. Pemberian benefit bertujuan untuk mempermudah karyawan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

HUTAMA KARYA juga mempertimbangkan perbedaan tingkat biaya hidup di area unit-unit kerja yang tersebar di seluruh Indonesia. Untuk itu Perseroan memastikan bahwa upah minimum yang diberikan kepada karyawan sejak bergabung berada di atas upah minimum yang berlaku di setiap wilayah tempat Perseroan beroperasi.

Selain remunerasi berupa gaji, Perseroan juga memberikan fasilitas dan benefit lain kepada karyawan, antara lain:

• Lembur

• Piket Libur/cuti Bersama

• Jasa Produksi/bonus kinerja tahunan

• Cuti Tahunan

• Cuti besar

• Perjalanan dinas / mobilsasi

• Pengobatan dan kesehatan

• Pakaian seragam

• Bantuan khusus :

»» Kedukaan

»» Pernikahan

Program Pensiun

HUTAMA KARYA senantiasa memperhatikan kesejahteraan karyawannnya selama mengabdi maupun yang telah purna bakti. Perseroan telah mempersiapkan berbagai program yang membantu karyawan dalam mempersiapkan masa pensiunnya, antara lain dengan menyelenggarakan progrom berikut:

• Program Pensiun Manfaat Pasti yang dikelola oleh Dana Pensiun Pemberi kerja

• Program Pensiun Manfaat Pasti yang dikelola oleh DPLK (Jiwasraya)

• Program Pensiun Iuran Pasti yang dikelola oleh DPLK Asuransi Jiwasraya

PROGRAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI KARYAWAN

Keberhasilan pencapaian Visi dan Misi Perseroan sangat bergantung pada kualitas SDM sebagai pelaksana berbagai inisiatif strategi. Berlandaskan pada hal tersebut, Perseroan menerapkan program pengambangan kompetensi karyawan melalui program pendidikan dan pelatihan yang dilakukan secara berkesinambungan untuk memaksimalkan potensi karyawan.

Pelaksanaan program pengembangan kompetensi didasarkan pada proses bisnis yang dijalankan Perseroan. Program pendidikan dan pelatihan yang dijalankan mengacu pada keahlian/keterampilan teknis dan peningkatan manajerial serta kepemimpinan bagi karyawan. Program pendidikan dan pelatihan tersebut bukan hanya untuk meningkatkan potensi dan keahlian karyawan, tetapi juga untuk mempersiapkan caloncalon pemimpin Perseroan di masa depan.

Sepanjang 2018, Perseroan telah menyelenggarakan berbagai program unggulan pelatihan dan pengembangan kompetensi internal dan eksternal yang diselenggarakan oleh lembaga yang terakreditasi, antara lain:

Program Unggulan Pelatihan Internal

Sepanjang 2018, Perseroan telah memberikan Beasiswa Pendidikan Strata-2 diluar Negeri kepada Karyawan yang Berprestasi untuk meningkatkan wawasan dan kompetensi diantara lain:

Kebijakan Investasi Dalam Program Pendidikan dan Pelatihan

HUTAMA KARYA memiliki komitmen yang tinggi untuk terus meningkatkan kompetensi dan kapasitas karyawannya. Hal ini sejalan dengan strategi jangka panjang yang diusung Perseroan dalam menghadapi tantangan global yang diyakini akan semakin kompleks. Untuk itu, Perseroan tidak ragu untuk melakukan investasi dalam bentuk program pengembangan kompetensi karyawan.

Tahun 2018, HUTAMA KARYA mengeluarkan investasi sebesar Rp9.064 untuk menjalankan program pengembangan kompetensi karyawan. Investasi tersebut termasuk untuk mengikutsertakan karyawan dalam program sertifikasi di berbagai bidang.

PENILAIAN TINGKAT KETERIKATAN KARYAWAN

Setiap tahun, HUTAMA KARYA melakukan penilaian tingkat keterikatan karyawan atau “Employee Engagement Survey” dalam bentuk survei secara online. Survei ini diisi oleh setiap karyawan, dan dikelompokkan berdasarkan divisi dan area. Sebanyak 18 indikator dinilai dalam survei tersebut. Di antaranya: kepemimpinan atasan, remunerasi & benefit, fasilitas dan lingkungan kerja, sistem dan prosedur kerja, pelatihan dan pengembangan diri, serta kesempatan karir dan remunerasi. Indikator-indikator yang mendapatkan nilai rendah akan dijadikan subyek perbaikan dan peningkatan kualitas pada tahun berikutnya.

Komposisi karyawan HUTAMA KARYA tahun 2018 relatif berimbang antara karyawan tetap dan karyawan tidak tetap. Tahun 2018, jumlah karyawan tidak tetap mengalami pertumbuhan yang cukup besar, yaitu bertambah 199 orang atau meningkat 30,34% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini sejalan dengan pertambahan jumlah proyek yang dikerjakan Perseroan.

Dari sisi usia, komposisi karyawan HUTAMA KARYA relatif berimbang. Perseroan memiliki karyawan yang telah syarat dengan pengalaman dan juga karyawankaryawan muda yang menjadi regenerasi Perseroan.

Komposisi karyawan HUTAMA KARYA tahun 2018 masih didominasi oleh karyawan dengan jenjang pendidikan Sarjana. Tahun 2018, jumlah karyawan dengan jenjang pendidikan hingga Pasca Sarjana mengalami pertambahan yang cukup baik.

190
HK Annual Report 2018