FUNGSI PENUNJANG BISNIS

TEKNOLOGI INFORMASI

TEKNOLOGI INFORMASI

HUTAMA KARYA memahami pentingnya peran Teknologi Informasi (TI) dalam menunjang proses bisnis Perseroan serta berkomitmen untuk mengikuti perkembangan TI dan menerapkannya untuk mendukung produktivitas kerja yang optimal.

BAGIAN TEKNOLOGI INFORMASI

Pengelolaan dan pengembangan TI di HUTAMA KARYA berada di bawah Bagian Teknologi Informasi yang merupakan bagian dari Divisi Sistem & Risiko. Bagian Teknologi Informasi dipimpin oleh Kepala Bagian yang bertanggungjawab kepada Kepala Divisi Sistem & Risiko dan berada di bawah Direktorat Human Capital & Pengembangan.

Pada Bagian TI terdapat 3 sub bagian yang mendukung kinerja dan bisnis proses TI yang terdiri dari:

1. Perencanaan dan Assurance Teknologi Informasi Sub bagian Perencanaan dan Assurance Teknologi Informasi bertugas untuk melakukan perencanaan dan memastikan TI berjalan sesuai rencana mutu yang telah ditetapkan. Untuk melaksanakan tugas tersebut, berikut fungsi dan tanggung jawab sub bagian Perencanaan dan Assurance Teknologi Informasi.

  1. Merencanakan dan mengevaluasi pengelolaan modul aplikasi TI perusahaan
  2. Merencanakan dan mengevaluasi pengelolaan identifikasi solusi TI perusahaan 
  3. Merencanakan dan mengevaluasi pembangunan, pengembangan dan pemeliharaan aplikasi dan infrastruktur TI perusahaan 
  4. Merencanakan dan mengevaluasi proses instalasi TI perusahaan 
  5. Merencanakan dan mengevaluasi standar pelayanan TI perusahaan 
  6. Merencanakan dan mengevaluasi proses kinerja dan kapasitas sistem TI perusahaan 
  7. Merencanakan dan mengevaluasi IT security plan perusahaan
  8. Membuat arsitektur TI perusahaan
  9. Melakukan pengelolaan tata kelola TI
  10. Melakukan assurance TI sesuai dengan perencanaan yang ditetapkan

2. Pengembangan Sistem Informasi Sub bagian Pengembangan Sistem Informasi bertugas untuk melakukan pembangunan dan pengembangan sistem informasi yang menunjang proses bisnis perusahaan. Untuk melaksanakan tugas tersebut, berikut fungsi dan tanggung jawab sub bagian Pengembangan Sistem Informasi.

  1. Membangun aplikasi yang mendukung proses bisnis perusahaan (transaksional dan analitikal), baik oleh tim internal maupun pihak ketiga
  2. Melakukan, memonitor, dan mengevaluasi pengembangan dan pemeliharaan aplikasi transaksional perusahaan
  3. Melakukan, memonitor, dan mengevaluasi pengembangan dan pemeliharaan aplikasi analitikal perusahaan

3. Operasi dan Pelayanan Teknologi Informasi Sub bagian Operasi dan Pelayanan Teknologi Informasi bertugas untuk menjalankan operasional TI dan melayani pengguna TI terkait perubahan, insiden/problem dan permintaan layanan TI. Untuk melaksanakan tugas tersebut, berikut fungsi dan tanggung jawab sub bagian Operasi dan Pelayanan Teknologi Informasi.

  1. Membangun infrastruktur TI (jaringan dan hardware) di Data Center, Disaster Recovery Center dan Kantor Pusat
  2. Melakukan, memonitor, dan mengevaluasi pengembangan dan pemeliharaan infrastruktur TI perusahaan
  3. Melakukan instalasi TI ke pengguna termasuk dokumentasinya
  4. Melaksanakan proses IT security perusahaan
  5. Melakukan, memonitor, dan mengevaluasi pengelolaan service desk termasuk perubahan, incident & problem management dan permintaan layanan TI
  6. Melakukan, memonitor, dan mengevaluasi pengelolaan data operasional TI perusahaan.

MASTER PLAN TI HUTAMA KARYA

IT Master Plan merupakan suatu perencanaan jangka panjang dalam pengembangan sistem informasi guna mendukung visi dan misi PT. Hutama Karya. IT Master Plan berisi strategi-strategi perusahaan beserta visi dan misi perusahaan dalam perencanaan manajemen proyek IT dengan memanfaatkan teknologi informasi sebagai enabler dan menambah keunggulan yang kompetitif. Dalam mewujudkan perannya sebagai penunjang bisnis perusahaan, selaras dengan visi dan misi perusahaan maka bagian teknologi informasi menetapkan visi dan misinya.

Untuk mewujudkan visi dan misi bidang TI, maka telah disusun suatu rencana terintegrasi yang dituangkan dalam Master Plan TI 2017-2021 dan Tata Kelola TI yang telah memenuhi arahan Pemegang Saham sebagaimana terdapat dalam Permen BUMN No. Per- 02/MBU/2013 tanggal 18 Februari 2013.

Bahwa sesuai dengan perkembangan lingkungan bisnis saat ini, Teknologi Informasi (TI) mempunyai peranan strategis dalam menentukan keberhasilan dari upaya-upaya Perusahaan mencapai visi, misi, dan sasaran-sasaran bisnis yang telah ditetapkan. Rencana Jangka Panjang TI (IT Master Plan) harus selaras dengan sasaran-sasaran bisnis yang telah ditetapkan perusahaan. Untuk menjamin keselarasan dan kontinuitas rencana pengembangan dan operasi TI dengan pelaksanaannya di lapangan, perlu adanya kaidah praktik terbaik yang dituangkan ke dalam suatu IT Master Plan serta Pedoman Tata Kelola dan Pengelolaan TI. Selaras dengan hal tersebut maka rencana pengembangan Teknologi Informasi sudah dipetakan dalam Master Plan Teknologi Informasi 2017 - 2021, dan implementasinya dimulai tahun 2017.

Penyusunan Master Plan Teknologi Informasi (MPTI) telah disahkan oleh Dewan Direksi sebagai arahan yang sah sebagai arahan strategis dalam membangun teknologi informasi perusahaan selama 5 tahun ke depan.

Melalui MPTI telah dilakukan kajian-kajian untuk diimplementasikan sebagai berikut:

  1. Analisis Konteks Bisnis meliputi Arahan Strategis Perusahaan, Arsitektur Bisnis Perusahaan, Business Imperatives atas TI dan Analisis Kebutuhan Arsitektur Bisnis atas TI. Business Imperatives atas TI merupakan critical business requirement atas keberadaan TI dalam arsitektur bisnis merujuk kepada inisiatifinisiatif strategis yang telah ditetapkan dalam rencana jangka panjang perusahaan
  2. Penilaian kondisi yang ada meliputi kondisi existing Sistem Informasi, Infrastruktur dan Tata kelola TI
  3. Kajian Strategis TI meliputi analisis atas trend arsitektur TI, Tata Kelola TI, Arahan Strategis sistem arsitektur dan Model Operasi TI.
  4. Arsitektur Sistem Informasi.
  5. Arsitektur Infrastruktur dan Teknologi meliputi pada Arsitektur Network & Hardware, Keamanan, Penetapan Standar dan Portfolio Teknologi
  6. Tata Kelola TI, meliputi struktur tata kelola, proses dan teknologi pendukungnya.
  7. Rencana Implementasi dan Kontrol, meliputi Roadmap, Portofolio Program dan Proyek, Strategi sumber daya dan anggaran TI.

PENCAPAIAN BAGIAN TI TAHUN 2018

Sebagaimana arahan MPTI, Bagian TI telah melaksanakan program dan proyek TI, baik CAPEX maupun OPEX selama tahun 2018.

Untuk menjawab tantangan penerapan GCG dan meningkatkan mutu informasi dalam tubuh Perusahaan, telah dibangun aplikasi-aplikasi berbasis web di bidang Pemasaran, Produksi, Keuangan, HC secara terintegrasi yang memungkinkan management dapat mengambil keputusan dengan cepat, tepat dan akurat. Program IT yang telah dilakukan adalah menyelesaikan sistem integrasi antara Sistem Cost Control dengan Sistem Akuntansi & Keuangan, selain itu juga dilakukan pengembangan sistem-sistem pendukung bisnis lainnya.

• Implementasi ERP

Berdasarkan atas kajian kebutuhan sistem untuk mendukung proses bisnis perusahaan diputuskan bahwa PT. Hutama Karya (Persero) mengimplementasikan ERP SAP. Pada tahun 2017, Perseroan mulai melakukan pengembangan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) menggunakan platform SAP, sesuai dengan rencana yang telah terpetakan dalam IT Masterplan 2017-2021.

Implementasi SAP secara bertahap mulai dari tahun 2018. Pada tahun 2018 dilaksanakan di unit bisnis perusahaan, dimulai dengan modul operasional pada Anak Perusahaan PT. HK infrastruktur, dan modul konsolidasi laporan manajemen pada seluruh unit Perusahaan dan kantor pusat, termasuk pengelolaan HCM. Masa implementasi dilaksanakan selama 7 bulan dengan telah Go Live pada bulan Juli 2018, selanjutnya dilaksanakan pelaksanaan dual system sampai dengan akhir tahun 2018. Mulai awal 2019, modul SAP sebagaimana tersebut di atas dilaksanakan single system menggantikan aplikasi sebelumnya. Dengan adanya penerapan TI ini, maka semua bentuk pelaporan akan dilakukan melalui perangkat elektronik. Penerapan sistem SAP yang berskala internasional dapat membantu mempercepat proses pengintegrasian sistem di tubuh korporasi.

•Implementasi BIM

Selain itu juga mengantisipasi perkembangan teknologi digital pada bisnis konstruksi, mulai awal tahun 2018 telah menerapkan BIM pada Proses Bisnisnya. Implementasi BIM dilaksanakan oleh satu unit khusus di mana penguasaan software BIM tidak terpaku pada satu jenis software tertentu melainkan penguasaan pada beberapa software sesuai dengan ekosistem yang ada.

Perusahaan terus mengadakan pelatihan BIM serta sertifikasi, mengakuisisi lisensi-lisensi pendukung dan diharapkan pada Tahun 2019 PT. Hutama Karya (Persero) dapat menerapkan BIM dalam seluruh proses bisnisnya.

• Infrastruktur TI

Untuk meminimalisir risiko shutdown perangkat infrastruktur, telah dilakukan konsep High Availability (HA) pada setiap perangkat, redudansi jaringan FO, Sistem Tape Backup Data dan menerapkan Disaster Recovery Center (DRC).

Dalam memperkuat ketahanan terhadap serangan Cyber, telah di implementasikan perangkat Next Generation Firewalls (NGFW) di Kantor Pusat, Data Center (DC) dan di Disaster Recovery Center (DRC). Mengikuti perkembangan reviu RJPP perusahaan, dilakukan reviu terhadap Masterplan IT dan tata kelola IT yang disesuaikan juga dengan perubahan Peraturan Menteri BUMN Nomor PER- 03/MBU/02/2018 tanggal 12 Februari 2018 tentang Panduan Penyusunan Pengelolaan Teknologi Informasi Badan Usaha Milik Negara.

review penyempurnaan Masterplan IT dan tata kelola IT ini dan pelaksanaannya diharapkan menjadi pedoman Perusahaan dalam mencapai target tingkat Maturitas IT.

KEBIJAKAN INVESTASI TI

HUTAMA KARYA menyadari pentingnya peran TI dalam mendukung pencapaian kinerja Perseroan. Untuk itu, Perseroan memberikan anggaran yang cukup untuk mleakukan pengembangan TI agar dapat memberikan manfaat yang optimal dalam mendukung pengembangan usaha dan pencapaian kinerja Perseroan.

Tahun 2018, investasi TI HUTAMA KARYA mencapai Rp27 miliar yang digunakan untuk keperluan pengadaan perangkat keras, perangkat lunak serta implementasinya.

TATA KELOLA TI

Mengikuti rujukan regulasi, standar dan framework yang menentukan lingkup dan bentuk proses tata kelola TI HK, terdapat beberapa regulasi spesifik yang harus diperhatikan yaitu Panduan Umum Tata Kelola TI BUMN (Permen BUMN No: PER-02/MBU/2013).

Arahan strategis pada arsitektur tata kelola TI akan menjadi rujukan dalam menyusun desain arsitektur tata kelola, juga dalam menentukan model operasi TI. Arahan strategis yang ditetapkan meliputi:

  1. Kepatuhan terhadap regulasi dan good practices
  2. Framework proses kerja yang berorientasi kepada layanan berkualitas 
  3. Pengembangan IT Awareness, Buy-in dan Ownership (Change Enablement) pada seluruh lapisan SDM perusahaan dan secara khusus pengembangan SDM TI

Fokus TI untuk “Corporate Governance” – TI sebagai penyampaian laporan dan data:

• Integritas Informasi (memungkinkan penelurusan transaksi)

• Peningkatan ketepatan waktu (untuk mempercepat pengambilan keputusan)

• Penyediaan laporan (kebutuhan-kebutuhan manajemen/pimpinan)

• Otomasi pengumpulan data (menciptakan metrikmetrik keuangan pada level perusahaan)

Fokus TI untuk “Business Governance”:

• Return yang memadai atas belanja-belanja TI (IT Value Delivery)

• Keselarasan strategis bisnis dan TI (Strategic alignment of IT)

• Penyediaan dan penggunaan sumberdaya TI secara tepat (IT Resource management)

• Pengelolaan risiko yang memadai (IT Risk management)

• Pencapaian kinerja yang selaras dengan kinerja bisnis (IT Performance management)

STRUKTUR TATA KELOLA TI

Struktur Tata Kelola TI harus memenuhi kebutuhan pengambilan keputusan pada level strategis, pengelolaan proyek TI, pengelolaan harian kegiatan TI, dan pengelolaan risiko-kontrol terkait implementasi TI. Sebagai BUMN dan anak perusahaannya, struktur Tata Kelola TI merujuk kepada Permen BUMN tentang Tata Kelola TI adalah sebagai berikut :

203
HK Annual Report 2018