TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN

TANGGUNG JAWAB SOSIAL BIDANG PELESTARIAN LINGKUNGAN 473 HIDUP

TANGGUNG JAWAB SOSIAL BIDANG PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP

Perseroan meyakini bahwa lingkungan hidup merupakan salah satu faktor utama yang berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha Perseroan. Kerusakan lingkungan, baik darat, air maupun udara, akan berimbas dan berdampak negatif bagi manusia. Selain bencana alam yang silih berganti dan iklim yang mengalami anomali, kerusakan dan pencemaran lingkungan terbukti memicu munculnya penyakit baru atau bangkitnya penyakit lama yang sangat mengganggu kesehatan manusia. Hal tersebut pada akhirnya akan mempengaruhi keberlangsungan usaha Perseroan.

Menyadari besarnya bahaya dan dampak yang muncul akibat kerusakan lingkungan, HUTAMA KARYA berupaya semaksimal mungkin untuk mengambil peran dan terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan/ bumi.

Perseroan menempatkan lingkungan hidup sebagai salah satu stakeholders utama bagi keberlangsungan bisnis Perseroan. Kepedulian terhadap lingkungan diyakini tidak hanya kan bermanfaat bagi masyarakat tetapi juga akan mendatangkan nilai tambah bagi kegiatan bisnis dan operasional Perseroan secara berkelanjutan.

Komitmen tanggung jawab sosial Perseroan terhadap lingkungan hidup dilaksanakan dengan mencegah dan mengurangi aktivitas yang dapat menimbulkan potensi pencemaran dan kerusakan lingkungan dengan cara mengidentifikasi, mengevaluasi dan mengendalikan aspek-aspek operasional dan bisnis dalam lingkup aktivitas kerja Perseroan.

Sebagai perusahaan yang memanfaatkan sumber daya alam, di mana proyek-proyek yang dijalankan dapat memberikan pengaruh terhadap lingkungan di sekitar proyek, maka Perseroan secara rutin melakukan kegiatan serta program-program untuk menjaga kelestarian lingkungan, sebagai berikut :

1. Pengukuran emisi gas buang yang berpotensi pencemaran udara

2. Pengukuran limbah cair yang berpotensi terhadap  pencemaran air

3. Pelaksanaan dokumentasi AMDAL dan UKP/UPL

4. Tata kelola organisasi yang menjunjung akuntabilitas dan transparansi dalam pengimplementasian prinsip dan praktik CSR

SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN

Perseroan telah menerapkan sistem manajemen lingkungan yang bertujuan :    

  • Aktivitas kegiatan dipastikan dengan mempertimbangkan dampak lingkungan dalam setiap kegiatan kerja dan dikendalikan sesuai dengan standar manajemen mutu lingkungan                                                                
  • Meminimalisasi kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh  aktivitas perkantoran dan proyek                            
  • Penerapan sistem manajemen HSE (Health, Safety & Environmental Policy) selalu sesuai dengan standar dan peraturan yang berlaku.

KEGIATAN KONSERVASI LINGKUNGAN

Tahun 2018, dalam rangkaian kegiatan BUMN Hadir untuk Negeri, HUTAMA KARYA turut berpartisipasi dalam melakukan kegiatan penghijauan di Kawasan Industri Medan.

Penanaman 100 pohon untuk tahap awal bagian dari ecogreen ini akan dilaksanakan secara bertahap di seluruh areal kawasan industri. Tanaman ketapang kencana sangat cocok untuk penghijauan karena mudah tumbuh dan daunnya rimbun serta batangnya yang melebar ke atas. Melalui kegiatan ini, HUTAMA KARYA ingin mewujudkan kepedulian BUMN yang hadir untuk negeri.        

Acara penanaman pohon ini simbolis dilaksanakan bersama Asdep Usaha Konstrtruksi dan Sarana Prasarana Perhubungan II Kementerian BUMN,  RR Dewi Ariyani, beserta sejumlah pejabat BUMN lainnya yakni dari PT Pos, Pelni, Hutama Karya, BRI dan BNI.

Hasil dari Kegiatan Penghijauan atau Penanaman Pohon di area PT. Kawasan Industri Medan (Persero) adalah menambah resapan air di sekitar Kawasan Industri dan ke depannya akan menambah sejuk di sekitar area tersebut.


SERTIFIKASI DI BIDANG LINGKUNGAN HIDUP


HUTAMA KARYA telah memiliki Sertifikasi ISO 14001:105 Bo, ID06/68151 yang berlaku hingga 27 April 2021.


Sistem Manajemen Lingkungan  untuk mendorong upaya dan melakukan pendekatan untuk pengelolaan lingkungan hidup dan sumber daya alam dan kualitas pengelolaannya diseragamkan pada lingkup global. Aktivitas kegiatan dipastikan dengan mempertimbangkan dampak lingkungan dalam setiap kegiatan kerja dan dikendalikan. Meminimalisasi kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh  aktivitas perkantoran dan proyek, dengan konsep life cycle. Penerapan sistem manajemen HSE (Health, Safety & Environmental Policy) selalu sesuai dengan standar  dan peraturan yang berlaku.

 

 

475
HK Annual Report 2018