PERKEMBANGAN JALAN TOL TRANS SUMATERA

PT Hutama Karya (Persero) medapat penugasan dari pemerintah membangungun Jalan Tol Trans Sumatera sebanyak 24 Ruas dengan Panjang 2.765 KM. Per 31 Desember 2018 terdapat beberapa ruas yang telah dikerjakan, antara lain:

RUAS MEDAN – BINJAI

Telah dilaksanakan ground breaking pada Ruas Medan-Binjai tanggal 27 Januari 2015 oleh Presiden Republik Indonesia dan penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) pada 27 Maret 2015.

Jalan Tol Medan – Binjai terdiri dari tiga seksi antara lain:

  1. Seksi 1 Tanjung Mulia – Helvetia
  2. Seksi 2 Helvetia – Semayang
  3. Seksi 3 Semayang – Binjai

RUAS PALEMBANG – SIMPANG INDRALAYA

Telah dimulai sejak dilaksanakan ground breaking pada tanggal 30 April 2015 oleh Presiden Republik Indonesia. Sementara itu legalitas pengusahaan jalan tol telah ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) pada 4 September 2015.

Jalan Tol Palembang – Simpang Indralaya terdiri dari tiga seksi antara lain:

  1. Seksi 1 Palembang – Pemulutan
  2. Seksi 2 Pemulutan - Simpang Susun KTM
  3. Seksi 3 KTM – Simpang Indralaya

RUAS PEKANBARU – PADANG

Sejak ground breaking pada 9 Februari 2018, progres perencanaan dan konstruksi pada Ruas Pekanbaru – Padang yaitu pelaksanaan pekerjaan persiapan, landclearing, pekerjaan galian dan pekerjaan timbunan. Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Padang dengan panjang berdasarkan desain awal 254,80 km terdiri dari 14 seksi, yaitu:

  1. Seksi 1 Pekanbaru – Kampar 
  2. Seksi 2 Kampar – Bangkinang
  3. Seksi 3 Bangkinang – Kota Ranah
  4. Seksi 4 Kota Ranah – Tanjung Balik
  5. Seksi 5 Tanjung Balik – Pangkalan
  6. Seksi 6 Pangkalan – Tarangtang
  7. Seksi 7 Tarantang – Payakumbuh
  8. Seksi 8 Payakumbuh – Koto Tengah
  9. Seksi 9 Koto Tengah – Baso
  10. Seksi 10 Baso - Bukittinggi 
  11. Seksi 11 Bukittinggi – Padang Panjang 
  12. Seksi 12 Padang Panjang – Sicincin 
  13. Seksi 13 Sicincin – Lubuk Alung 
  14. Seksi 14 Lubuk Alung – Padang

Sejak ground breaking pada 9 Februari 2018, progres perencanaan dan konstruksi pada Ruas Pekanbaru – Padang yaitu pelaksanaan pekerjaan persiapan, landclearing, pekerjaan galian dan pekerjaan timbunan.

RUAS BAKAUHENI – TERBANGGI BESAR

Pembangunan jalan tol Ruas Bakauheni – Terbanggi Besar telah dimulai sejak dilaksanakan ground breaking pada tanggal 30 April 2015 oleh Presiden Republik Indonesia. Sementara itu legalitas pengusahaan jalan tol telah ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) pada 4 September 2015.

Jalan Tol Bakauheni – Terbanggi Besar terdiri dari tiga seksi antara lain:

  1. Seksi 1 Bakauheni – Sidomulyo sepanjang 39,400 km mulai dari Pelabuhan Bakauheni menuju Simpang Susun Bakauheni, Simpang Susun Kalianda, dan berakhir di Simpang Susun Sidomulyo yang terkoneksi dengan jalan nasional.
  2. Seksi 2 Sidomulyo – Branti sepanjang 57,900 km dengan Simpang Susun Lematang, Simpang Susun Kotabaru dan berakhir di Simpang Susun Branti yang terkoneksi dengan jalan nasional.
  3. Seksi 3 Branti – Terbanggi Besar sepanjang 43,638 km dengan Simpang Susun Metro, Simpang Susun Gunung Sugih, dan berakhir di Simpang Susun Terbanggi Besar yang terkoneksi dengan jalan nasional.

RUAS TERBANGGI BESAR – PEMATANG PANGGANG

Legalitas pengusahaan jalan tol telah ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) pada 26 Mei 2016. Sementara itu, pembangunan jalan tol Ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang telah dimulai sejak PT Hutama Karya (Persero) bersurat kepada PT Waskita Karya (Persero) Tbk tentang Pekerjaan Persiapan Pelaksanaan Pembangunan Jalan Tol Ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang tanggal 25 Juli 2016.

Jalan Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang terdiri dari dua seksi antara lain:

  1. Seksi 1 Terbanggi Besar – Menggala sepanjang 45,000 km dengan Simpang Susun Terusan Nyunyai yang terkoneksi dengan jalan nasional.
  2. Seksi 2 Menggala – Simpang Pematang sepanjang 55,000 km dengan Simpang Susun Lambu Kibang dan Simpang Susun Simpang Pematang yang terkoneksi dengan jalan nasional.

RUAS PEMATANG PANGGANG – KAYU AGUNG

Legalitas pengusahaan jalan tol telah ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) pada 26 Mei 2016. Sementara itu, pembangunan jalan tol Ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang- Kayu Agung telah dimulai sejak PT Hutama Karya (Persero) bersurat kepada PT Waskita Karya (Persero) Tbk tentang Pekerjaan Persiapan Pelaksanaan Pembangunan Jalan Tol Ruas Pematang Panggang – Kayu Agung tanggal 25 Juli 2016.

Jalan Tol Pekanbaru – Dumai terdiri dari 6 (enam) seksi antara lain:

  1. Seksi 1 Pekanbaru – Minas 
  2. Seksi 2 Minas – Kandis Selatan
  3. Seksi 3 Kandis Selatan – Kandis Utara 
  4. Seksi 4 Kandis Utara – Duri Selatan Selatan yang terkoneksi dengan jalan nasional 
  5. Seksi 5 Duri Selatan – Duri Utara 
  6. Seksi 6 Duri Utara – Dumai

RUAS PEKANBARU – DUMAI 

Legalitas pengusahaan jalan tol telah ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) pada 20 April 2016, Addendum 1 PPJT tanggal 15 Juli 2016, Addendum 2 PPJT tanggal 9 September 2016, Addendum 3 PPJT tanggal 25 April 2017 dan Addendum 4 PPJT Tanggal 31 Mei 2017 sementara itu pembangunan jalan tol Ruas Pekanbaru – Dumai Seksi 1 (sta 0+000 – 9+500) telah dimulai sejak tanggal 15 Desember 2016, Seksi 2 (sta. 9+500 – sta. 33+600) dan Seksi 3 (sta. 33+600 – sta. 50+500) sejak 28 Desember 2016.

Jalan Tol Pekanbaru – Dumai terdiri dari enam seksi antara lain:

  1. Seksi 1 Pekanbaru – Minas 
  2. Seksi 2 Minas – Kandis Selatan 
  3. Seksi 3 Kandis Selatan – Kandis Utara 
  4. Seksi 4 Kandis Utara – Duri Selatan 
  5. Seksi 5 Duri Selatan – Duri Utara 
  6. Seksi 6 Duri Utara – Dumai

16
HK Annual Report 2018